Alumni UGM Tepis Politik Uang di Kupon Berfoto Jokowi-Ma'ruf

tim, CNN Indonesia | Minggu, 16/12/2018 02:45 WIB
Alumni UGM Tepis Politik Uang di Kupon Berfoto Jokowi-Ma'ruf Ilustrasi kupon sembako. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ramai informasi beredar mengenai bakti sosial yang dilakukan oleh pendukung kubu Joko Widodo-Ma'aruf Amin di Yogyakarta dengan membagikan kupon sembako dengan foto pasangan tersebut. Koordinator Bakti Sosial Alumnni UGM Pendukung Jokowi-Amin, Budi Setiyono, membantah ada politik uang.

Ia berkata panitia telah berkoordinasi dengan Bawaslu Sleman terkait bakti sosial yang digelar hari ini di Joglo Mbah Mono, Ngaglik, Sleman.

"Sembako tidak dibagikan secara gratis. Konsep acara adalah pasar murah, dan masyarakat diharuskan membeli sembako berupa dua kilogram beras, satu liter minyak dan satu kilogram gula pasir seharga Rp15ribu dengan menunjukkan kupon," jelas Budi melalui rilis resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Sabtu (15/12).


Ia menambahkan bakti sosial berupa pasar murah ini bukan termasuk ke dalam pelanggaran politik uang.

Pasal 519 UU Nomor 7 tahun 2017 menyebutkan bahwa "Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan curang untuk menyesatkan seseorang, dengan memaksa, dengan menjanjikan atau dengan memberikan uang atau materi lainnya untuk memperoleh dukungan bagi pencalonan anggota DPD dalam Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183."

Mengacu pada pasal ini, Budi berkata kegiatan pasar murah tidak termasuk dalam politik uang. Sebab, masyarakat diharuskan membeli kupon.

"Artinya, kegiatan pasar murah dalam bakti sosial ini bukan termasuk dalam pelanggaran 'politik uang' sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut, karena masyarakat diharuskan membeli kupon pasar murah," tuturnya.

Pada Jumat (14/12), lanjut Budi, pihak Bawaslu Kecamatan Ngaglik, Sleman, atas nama Maryono telah berkoordinasi dengan panitia. Mereka meminta panitia untuk tidak menampilkan foto dan nomor paslon.

"Hal ini [penghapusan foto] sudah dilaksanakan oleh panitia," tandasnya.

(els/arh)