Namun, kata Marullah, tak diketahui siapa pelaku aksi vandalisme tersebut karena tak ada video pengawas (CCTV) di halte tersebut.
"Kita enggak tahu siapa, mungkin kalau ada CCTV bisa kelihatan," kata Marullah saat dihubungi, Senin (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin malam sudah dibersihkan. Begitu dapat laporan langsung ditindaklanjuti," ujarnya.
Ia menegaskan pemasangan CCTV bukan bertujuan untuk memata-matai warga Jakarta, tapi untuk menjaga fasilitas publik.
Selain memasang CCTV, lanjut Marullah, yang juga penting adalah mengimbau warga untuk bisa menjaga dan merawat fasilitas umum.
"Warga harus didik untuk menjaga kebersihan dan ketertiban. Mereka harus kembali ke budaya dulu, budaya menjaga bukan merusak," tutur Marullah.
Beberapa hari sebelumnya, aksi vandalisme juga terjadi di salah satu armada bus Transjakarta pada Minggu (9/12). Bus tersebut dicorat-coret dengan tulisan 'JKT DAY' Aksi ini terjadi setelah Persija menjuarai Liga 1 2018.
[Gambas:Instagram]