BPN Sebut Raja Juli Badut Politik Ungkit 'Jenderal Kardus'

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 14:49 WIB
BPN Sebut Raja Juli Badut Politik Ungkit 'Jenderal Kardus' Sekjen PSI, Raja Juli Antoni dituding sebagai badut politik usai menyatakan sejumlah pernyataan-pernyataannya yang dinilai provokatif. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyatakan Sekretaris Jenderal PSI yang juga Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni sedang menjalankan tugas sebagai badut politik.

Hal itu dikatakan Ferdinand merespons pernyataan Juli yang menyebut pertemuan calon presiden 02 Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sore ini sebagai pengingat istilah 'Jenderal Kardus'.

"Jadi kalau Raja Juli komentarnya hanya bicara mengingatkan jenderal kardus saya pikir dia sedang melaksanakan tugasnya sebagai badut politik," kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/12).



BPN Sebut Raja Juli Badut Politik Ungkit 'Jenderal Kardus'Ferdinand Hutahaean. (CNN Indonesia/Hesti Rika)


Ferdinand menyatakan jika Raja Juli seorang politikus pasti tak akan mengeluarkan pernyataan yang tak berisi seperti itu. Menurutnya, Raja Juli seharusnya menyadari dampak pertemuan Prabowo dengan SBY terhadap kontestasi Pilpres 2019.

"Dia (seharusnya) akan tau akibat dari pertemuan ini terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang pasti akan semakin merosot," ujarnya.

Politikus Demokrat itu mengingatkan bahwa Prabowo dan SBY adalah dua tokoh nasional. Prabowo adalah mantan jenderal bintang tiga dan kini menjabat sebagai Ketua Umum Gerindra. Sementara SBY adalah presiden ke-6 RI yang menjabat dua periode.


Kepanikan Kubu Jokowi-Maruf

Senada, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan kubu Jokowi-Ma'ruf tengah panik melihat elektabilitas yang terus merosot sehingga kerap mengeluarkan pernyataan negatif kepada Prabowo. Menurut dia, ada upaya adu domba yang sedang dilakukan kubu Jokowi-Ma'ruf terhadap Prabowo dan SBY.

"Sehingga mereka panik ingin adu domba Pak SBY dan Pak Prabowo," kata Andre kepada CNNIndonesia.com.

Andre menyebut salah satu upaya adu domba tersebut dilakukan dengan mengeluarkan pernyataan provokasi terhadap Prabowo dan SBY. Politikus Gerindra itu menyatakan kubu Jokowi-Ma'ruf takut jika SBY turun bersama Prabowo melakukan kampanye hingga April 2019.


"Kan mereka takut nih Pak SBY bertemu Pak Prabowo, habis itu Pak SBY turun ke lapangan itu kan ketakutannya. Jadi mereka panik. Mencoba merusak hubungan harmonis Pak Prabowo dengan Pak SBY," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo -Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni menyindir pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto yang akan digelar hari ini, Jumat (21/12).

Ia mengatakan pertemuan itu sangat bermanfaat untuk menyegarkan ingatan publik mengenai sebutan Partai Demokrat kepada Prabowo sebagai seorang 'Jenderal Kardus'.


"Pertemuan itu akan sangat bermanfaat bagi publik terutama untuk me-refresh memori masyarakat mengenai sebutan Partai Demokrat kepada Pak Prabowo sebagai Jenderal Kardus," kata Antoni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/12).

Untuk diketahui, sebutan 'jenderal kardus' sendiri dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat Andi Arief saat momen penentuan calon wakil presiden bagi Prabowo, Juli lalu. Saat itu Andi mengatakan Prabowo lebih mengutamakan uang ketimbang perjuangan bersama. (fra)