Hal ini dilakukan polisi lantaran keterangan HD yang masih belum jelas terkait percekcokkan HD dengan Sisca.
"Cekcoknya ini sedang kita dalami apakah tentang korban tidak memberikan imbalan atau apa untuk menemani. Ini masih kita dalami ke pelaku," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena di sana cekcok kemudian ada pisau di dalam kamar, kemudian ditusukkan ke korban oleh pelaku. Ini masih dari versi pelaku ini kita nanti mendalami keterangan dari pelaku," jelas Argo.
"Penyidik juga akan mengevaluasi kemudian akan gelar seperti apa, motifnya belum kita bisa sampaikan kita masih menanyakan ke pelaku," lanjut dia.
Sementara itu, polisi juga masih akan mencari bukti pembunuhan Sisca yakni sebuah pisau dan handphone yang telah dibuang HD.
Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya menuturkan dalam perjalanan pulang, HD membuang dompet, pisau di Kali Tempe JIS, jaket, dan kaus miliknya. Sedangkan, HP korban disembunyikan di sebuah tempat di Kuburan Poncol, Cilandak.
"Polisi juga melakukan pencarian barang bukti kalung dan emas milik korban yang dijual di Pasar Mede Fatmawati," tutur Andi.
Polisi meringkus HD pada Kamis (20/12). Ia ditangkap di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Ia diduga sebagai pelaku pembunuhan atas Sisca di Apartemen Kebagusan City. Jasd Sisca ditemukan dua orang kawannya bersama petugas keamanan pada Selasa (18/12) petang.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan korban meninggal akibat tiga luka tusukan dan sabetan benda tajam. Dia merinci luka tusukan terdapat di ulu hati, sabetan benda tajam di lengan kiri dan pinggul bagian kanan.