PT KCI Siapkan KRL Commuter Line Kelas Premium Tahun Depan

CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 11:26 WIB
PT KCI Siapkan KRL Commuter Line Kelas Premium Tahun Depan Ilustrasi commuter line. PT KCI menyiapkan rangkaian KRL commuter line kelas premium pada tahun depan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berencana menyiapkan rangkaian KRL commuter line kelas premium mulai tahun 2019 mendatang. Terdapat sejumlah perbedaan dengan rangkaian KRL biasa yang kerap digunakan penumpang Jabodetabek.

VP Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa mengatakan KRL premium bertujuan untuk memberikan variasi layanan KRL kepada masyarakat. Salah satu pembeda dengan rangkaian yang ada hari ini, yakni fasilitas wifi.

"Direncanakan nanti seperti itu (ada fasilitas wifi)," kata Eva kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/12).



Selain itu, sambung Eva, pada KRL premium akan ada pembatasan penumpang hingga 50 persen dari kapasitas penumpang saat ini. Saat ini, rata-rata jumlah penumpang dalam satu rangkaian kereta sekitar 200-300 orang.

Dengan jumlah penumpang itu, kata Eva, banyak penumpang yang tak mendapat tempat duduk sehingga mesti berdiri dan berdesakan di sepanjang perjalanan.

"Diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan masyarakat saat menggunakan layanan KRL," kata Eva.



Eva menjelaskan, sistem pembatasan penumpang rencananya akan dilakukan dengan pembatasan tiket, di mana tiket yang dijual akan menyesuaikan kapasitas gerbong. Jika tiket sudah sepenuhnya terjual, maka tiket tidak akan dijual lagi untuk kereta tersebut.

PT KCI Siapkan KRL Commuter Line Kelas Premium di Awal TahunAktivitas di salah satu stasiun KRL comuter line. (CNN Indonesia/Safir Makki)


"Jadi kondisi gerbong tidak berdesakan meski tidak mesti semua penumpang dapat duduk, nanti pembatasannya itu pada penjualan tiket," tutur Eva.

Soal harga, Eva belum dapat menyebut besarannya. Kendati demikian, dipastikan harganya lebih mahal dari tarif KRL biasa. Diketahui tarif KRL biasa saat ini dipatok dengan harga Rp3.000 per 25 kilometer.

Eva menuturkan saat ini pihaknya masih terus melakukan terkait berbagai aspek untuk pengoperasian KRL premium, termasuk soal pola operasi. Misalnya terkait apakah KRL premium akan berhenti di setiap stasiun atau tidak.

"Tim masih melakukan penghitungan kapasitas lintas agar tidak terlalu menganggu commuter line biasa," kata Eva.



Lebih dari itu, Eva mengatakan akan ada masa uji coba yang lebih dulu dilakukan sebelum nantinya KRL premium beroperasi. Uji coba itu akan dilakukan saat rangkaian dan semua proses persiapan telah selesai dilakukan.

Penumpang khawatir
Wacana peluncuran KRL kelas premium memancing reaksi para pengguna setia commuter line. Indri, seorang pengguna layanan KRL mempertanyakan soal perbedaan KRL premium dengan KRL ekspres yang dulu pernah ada.

Indri berpendapat jika KRL premium sama dengan KRL ekspres, maka dikhawatirkan akan berdampak pada tertahannya KRL biasa yang berakibat pada penumpukan penumpang.

"Takutnya nanti prioritas yang bayar mahal yang diduluin, bisa-bisa makin numpuk KRL reguler penumpangnya," ucap Indri.

Padahal, kata Indri, KRL saat ini juga sudah cukup sering tertahan oleh kereta bandara. Tertahannya KRL ini, sambungnya, cukup berdampak pada waktu tempuh perjalanan.



"Belum lagi di jalur kota ada kereta jawa atau kereta jarak jauh, belum lagi kalau ada gangguan," katanya.

Meski begitu, Indri menilai masih ada sisi positif bila nantinya KRL premium sudah mulai beroperasi. KRL premium, menurutnya bisa menjadi solusi bagi penumpang yang ingin mendapatkan kenyamanan saat menggunakan layanan KRL.

"Bayar lebih mahal tapi nyaman, tidak berdesak-desakan," ujarnya. (dis/ain)