Antrean terjadi karena masih ada kartu yang belum bisa digunakan meski sistem mesin tiket masuk telah diperbaharui. Pemilik jenis kartu yang menggunakan chip berukuran kecil belum bisa langsung masuk menggunakan mesin tiket.
"Chipnya masih kecil, Brizzi punya saya masih belum bisa digunakan. Jadi antre," kata Andi (30), salah satu calon penumpang kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menanggulangi kepadatan antrian, beberapa petugas loket Stasiun Tanah Abang menjual kartu Tiket Harian Berjaminan (THB) dengan harga normal sebesar Rp 13ribu.
Selain itu, petugas keamanan juga terus melakukan pemberitahuan kepada para calon penumpang KRL bahwa mesin tiket masuk sudah bisa dipergunakan kembali.
Antrean serupa sebelumnya juga terpantau di Stasiun Juanda, Gambir, Jakarta Pusat.
Sejumlah penumpang mengaku kartu elektronik terusan miliknya tak bisa digunakan atau ngadat.
Antran di depan loket karcis Stasiun Juanda sudah mengular sejak pukul 17.28 WIB. Mereka yang mengantre adalah calon penumpang yang hendak membenarkan kartu multitrip miliknya yang kini tak bisa lagi digunakan.
Tak hanya memperbaiki kartu, beberapa penumpang juga mengaku hendak membeli kartu harian berjamin yang disediakan pihak KCI.
Antrean di Stasiun Juanda juga terpantau terjadi di depan pintu tap karena banyak pengguna kereta yang masih belum tahu kalau tiket multitrip mereka bermasalah.
KCI, kata Wiwik, tidak bisa menerapkan sistem gratis bagi konsumen kereta api komuter saat terjadi perbaikan sistem di stasiun-stasiun KRL Jabodetabek sejak Sabtu (21/7) lalu.
Solusinya, KCI memutuskan menggunakan tiket kertas untuk mengantisipasi antrean di loket masuk stasiun.
"Tidak bisa (gratis)," ujar Wiwik. (wis/sur)