Mensos Bakal Tawarkan Relokasi dan Cairkan Bantuan Tsunami

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 04:17 WIB
Mensos Bakal Tawarkan Relokasi dan Cairkan Bantuan Tsunami Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku akan menawarkan opsi relokasi bagi warga terdampak tsunami Selat Sunda. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Pandeglang, CNN Indonesia -- Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menawarkan opsi relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak tsunami Selat Sunda pascamasa tanggap darurat berakhir. Selain itu, pihaknya menanti waktu yang tepat untuk mencairkan bantuan kepada para korban.

Menurutnya, daerah Pandeglang yang tersapu tsunami pada Sabtu (22/12) sangat rawan terdampak bencana serupa di kemudian hari.

"Kebijakan relokasi ini sebetulnya untuk kebaikan mereka sendiri. Kita tidak [cuma] berdoa, tapi jika ada bencana ke depan, dengan tempat baru mereka akan relatif lebih aman, bahkan aman dari bencana," kata Agus saat ditemui di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (26/12).


Saat ini Kemensos masih menahan opsi tersebut karena akan dibahas usai masa tanggap bencana berakhir. Nantinya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Pandeglang akan mendata warga yang kehilangan rumah. Lalu, mereka juga akan mencarikan lahan lokasi relokasi. Sementara, Kemensos akan menyiapkan dananya.

"Nanti juga akan dibicarakan dengan kementerian/lembaga, seperti BMKG, Bappenas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang karena mereka tahu mapping daerah-daerah yang rawan bencana," tambah Agus.

Ditemui terpisah, Bupati Pandeglang Irna Narulita menyambut baik usulan tersebut. Sebenarnya Kabupaten Pandeglang sudah merencanakan hal itu sejak lama.

Kampung nelayan Teluk Labuan yang hancur usai diterjang tsunami Selat Sunda, Banten (25/12).Kampung nelayan Teluk Labuan yang hancur usai diterjang tsunami Selat Sunda, Banten (25/12). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Menurut Irna, ini momen tepat membenahi tata wilayah Pandeglang yang selama ini terkendala anggaran.

"Di balik gelombang tsunami ada hikmahnya juga, mereka [pelanggar aturan tata wilayah] harus hati-hati. Kita punya aturan, mereka harus taat," kata Irna saat ditemui di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (26/12).

Selain opsi relokasi, Mensos juga masih menahan soal pencairan santunan bagi korban tsunami. Sebab, pihaknya masih menunggu aba-aba dari kepala daerah yang wilayahnya terdampak. Cepat atau lambatnya pencairan dana itu, katanya, tergantung pada kecepatan kesigapan daerah terkait dalam melakukan pendataan.

"Kecepatan program ini tergantung kepala daerah. Karena mereka yang akan mendata, memvalidasi korban meninggal dan siapa ahli warisnya," kata Agus.

Kemensos sendiri menyiapkan dana santunan ahli waris sebesar Rp15 juta per orang. Nantinya besaran dana yang bakal dicairkan sesuai dengan yang diajukan kepala daerah, dalam hal ini Bupati Pandeglang dan Lampung Selatan.

"Nama-nama ahli warisnya dilampiri nama korban akan dikirim ke kami, baru akan kami siapkan dananya," ucap Agus.

Warga memunguti barang-barang dari reruntuhan sisa terjangan tsunami di desa Sumberjaya, kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, ( 24/12).Warga memunguti barang-barang dari reruntuhan sisa terjangan tsunami di desa Sumberjaya, kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, ( 24/12). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Hingga saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 430 orang meninggal saat tsunami Selat Sunda. Sebanyak 159 orang masih dinyatakan hilang.

Saat ini pemerintah daerah dibantu berbagai kementerian dan lembaga masih fokus melakukan pencarian dan pengungsian dalam masa tanggap bencana.

BNPB menetapkan masa evakuasi untukKabupatenPandeglang adalah empat belas hari terhitung 22 Desember 2018 hingga 4 Januari 2019. Sementara Lampung Selatan hanya tujuh hari dari 23 Desember 2018 sampai dengan 29 Desember 2018.
(arh)