Merasa Tua, Agus Rahardjo Tolak Maju Lagi Jadi Pimpinan KPK

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 19:21 WIB
Merasa Tua, Agus Rahardjo Tolak Maju Lagi Jadi Pimpinan KPK Agus Rahardjo mendeklarasikan diri tak akan lagi mengajukan diri sebagai pimpinan KPK tahun depan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan tak akan maju lagi untuk mendaftar sebagai pimpinan komisi antikorupsi pada tahun depan. Agus merasa dirinya sudah terlalu tua dan ingin memberikan kesempatan pada orang lain.

Masa kepemimpinan Agus dan empat pimpinan KPK lainnya diketahui akan habis pada Desember 2019 mendatang.

"Saya declare, saya tidak akan maju lagi. Sudah tua. Ya (ingin) memberi kesempatan pada yang lain. Siapa tahu lebih baik," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/12).




Agus tak mengetahui apakah empat Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Alexander Marwata, Saut Situmorang, dan Basaria Panjaitan apakah akan ikut seleksi kembali menjadi pimpinan lembaga antirasuah tahun depan. Namun, Agus berharap pimpinan selanjutnya lebih baik dari yang saat ini.

Agus melanjutkan, pada 2019 pihaknya tetap fokus mengusut dugaan korupsi yang terkait dengan Sumber Daya Alam (SDA), infrastruktur, pendidikan, serta dana hibah baik pada pemerintah pusat maupun daerah. Menurut Agus, sektor tersebut berkenaan dengan kepentingan masyarakat.



"Tentu kalau kita bicara dana hibah itu bermacam-macam termasuk di dalamnya dana desa dan lain-lain. Jadi, pasti kita arahnya ke sana," kata dia.

Selain itu, kata Agus pihaknya juga ingin menguatkan pencegahan setelah ditekennya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 Tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi. Menurut Agus, KPK bakal mengoordinasi pencegahan korupsi secara nasional di bawah Deputi Pencegahan.

Agus menjelaskan salah satu langkah yang bisa dilakukan dalam pencegahan korupsi ini adalah lewat pendidikan formal maupun informal. Menurut Agus, pihaknya bakal masuk pada perguruan tinggi, sekolah menengah atas, menengah hingga dasar, serta komunitas-komunitas yang selama ini bekerja sama dengan KPK.

"Jadi sekarang dengan stranas itu koordinator di KPK kemudian pendekatan yang bottom up dan top down itu jadi ketemu. Nah ini mudah-mudahan memberikan dampak yang lebih baik bagi pemberantasan korupsi di negara kita," kata dia.

(fra/ain)