Warga Sebesi Korban Tsunami Tak Mau Kembali ke Kampung

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 02:54 WIB
Warga Sebesi Korban Tsunami Tak Mau Kembali ke Kampung Warga korban tsunami dari Pulau Sebesi dan Sebuku Lampung Selatan di posko pengungsian Kalianda, Lampung Selatan. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang menjadi korban tsunami Selat Sunda tidak mau kembali lagi ke kampungnya. Mereka minta direlokasi ke tempat yang lebih aman.

"Saya sudah tidak berani lagi pulang ke Pulau Sebesi, bahkan ternak seperti kambing serta harta benda lainnya saya iklaskan," kata warga Dusun Tejang, Desa Teluk Baru, Kecamatan Rajabasa Holah (50), di pengungsian Lapang Tensi Indoor Kalianda, dikutip Antara, Jumat (28/12).

Ia memilih tidak ingin kembali ke kampung halamannya karena jarak antara Pulau Sebesi dengan Gunung Anak Krakatau cukup dekat. Bahkan semburan abu vulkanik dan erupsi hampir setiap hari ia lihat.



Jika memilih bertahan di Pulau Sebesi, ia khawatir akan menjadi korban selanjutnya. Holah meminta pemerintah agar dibuatkan rumah di luar Pulau Sebesi. Ia akan menerima dalam bentuk apapun asalkan bisa disinggahi.

Ia bersyukur bisa selamat dari bencana tsunami dan tidak terlalu memikirkan bantuan yang terus berdatangan dari para donatur dan dermawan.

"Alhamdulillah suami saya juga selamat, meskipun saat kejadian harus dipapah karena kakinya lumpuh. Bahkan suami sempat pasrah jika meninggal diterjang tsunami karena itu merupakan cobaan dari Allah SWT," tambahnya.


Warga lainnya, Rosmiati juga mengatakan ingin pindah dari Pulau Sebesi. Selain rumahnya telah hancur, ia juga khawatir terjadi bencana susulan. Apalagi setiap hari ia melihat kondisi Gunung Anak Krakatau selalu memuntahkan lahar panas.

Warga Sebesi Korban Tsunami Tak Mau Kembali ke KampungSebanyak 1.500 orang pengungsi korban tsunami dari Pulau Sebesi dan Sebuku Lampung Selatan dievakuasi ke Kalianda. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Rosmiati memikirkan kesehatan kedua anaknya yang masih balita. Saat lari ke gunung ia bahkan tidak memikirkan kakinya yang sakit terkena bebatuan.

"Yang terpenting saat ini selamat, saya pun harus bertahan di pengungsian ini karena tidak ingin lagi pulang ke Pulau Sebesi karena jika melihat kondisi Gunung Anak Krakatau tentunya ada kekhawatiran lebih," katanya.

Semetara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangile mengatakan seluruh warga yang tinggal di pesisir pantai khususnya yang terkena dampak tsunami harus direlokasi.

Namun relokasi tersebut perlu koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan instansi terkait dalam memutuskan kebijakan ke depan karena lokasi untuk relokasi harus tepat.

"Semua keputusan relokasi harus dengan koordinasi agar tepat nanti keputusannya," katanya.

(Antara/pmg)