TKN Jokowi: Bobotoh Netral, tapi Peduli Politik Indonesia

rzr, CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 19:54 WIB
TKN Jokowi: Bobotoh Netral, tapi Peduli Politik Indonesia Sebagian Bobotoh Persib saat mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin, Rabu (2/1) lalu. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Bidang Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq menegaskan bahwa suporter Persib Bandung atau yang dikenal sebagai bobotoh tetap netral dalam berpolitik secara institusi.

Hal itu ia katakan untuk membantah pernyataan Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang mengatakan Jokowi-Ma'ruf telah membuat bobotoh tercemar kepentingan politik Pilpres 2019.

Meski netral secara institusi, Maman menyatakan anggota Bobotoh tetap memiliki kepedulian terhadap kondisi perpolitikan di Indonesia.


"Tentu, dari dulu Bobotoh selalu netral berpolitik, tapi bukan berarti mereka tak peduli terhadap politik, mereka punya kepedulian," kata Maman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (4/1).

Politikus PKB itu menyatakan kepedulian anggota bobotoh dalam politik ditunjukkan dengan memberikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Ia menyatakan dukungan itu sekaligus bentuk kepercayaan bobotoh terhadap Jokowi-Ma'ruf dalam membawa masa depan bangsa Indonesia lebih baik.

Maman mengklaim bobotoh bakal solid memberikan dukungannya terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Ia pun memprediksi enam juta suara anggota bobotoh di seluruh Jawa Barat bakal mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Mereka punya prinsip siapapun yang tak peduli politik itu sama saja membiarkan Indonesia hancur. Makanya mereka punya kepedulian terhadap politik, dengan menitipkan suara bobotoh 6 juta lebih kepada Jokowi-Amin," kata dia.

Selain itu, Maman optimistis dukungan bobotoh bakal memperkuat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat.

Lebih lanjut, ia merasa yakin dukungan bobotoh itu memberikan sinyal pasangan Jokowi-Ma'ruf akan memenangkan Pilpres di wilayah Jawa Barat.

Pada Pilpres 2014, Jokowi pernah keok di Jawa Barat saat melawan Prabowo. Saat itu Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa unggul dengan perolehan suara 14.167.381 atau 59,78 persen. Sementara itu, pasangan Jokowi-JK mendapat suara 9.530.315 atau 40,22 persen.

"Saya tahu persis bahwa dukungan bobotoh murni, dan ini jadi sinyal Jabar akan dimenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin," kata dia.

Polemik soal bobotoh bermula dari deklarasi sebagian bobotoh mendukung Jokowi-Ma'ruf pada Rabu lalu di kediaman Ma'ruf. Atas hal itu oposisi menilai kubu Jokowi telah mempolitisasi sepak bola. 

Demokrat lewat Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Ferdinand Hutahaean menyatakan sepak bola seharusnya dijauhkan dari kepentingan politik.

"Harusnya pak Kiai Ma'ruf mengerti dunia olahraga itu harus bersih dari unsur unsur politik dan kepentingan politik. Tapi justru pak Kiai Ma'ruf Amin sebagai cawapres membawa sepak bola ke ranah politik," ujar Ferdinand. (rzr/wis)