GAK Masih Siaga, Hindari 500 Meter Tepi Pantai Selat Sunda

CNN Indonesia | Minggu, 06/01/2019 04:38 WIB
GAK Masih Siaga, Hindari 500 Meter Tepi Pantai Selat Sunda BMKG meminta warga menghindari radius 500 meter tepi pantai Selat Sunda yang berelevasi rendah sebagai dampak status Gunung Anak Krakatau masih siaga. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Area dalam radius 500 meter dari tepi pantai Selat Sunda yang berada pada elevasi rendah (kurang dari 5 meter di atas permukaan laut) masih ditetapkan sebagai zona waspada tsunami karena status ancaman Gunung Anak Krakatau yang masih siaga (Level III).

"Zona waspada tsunami masih diterapkan dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah (elevasi kurang dari 5 m di atas permukaan laut)," demikian imbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rilis yang diterima Sabtu (5/1).


Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly meminta masyarakat tetap tenang, dan waspda dalam beraktivitas di pantai/pesisir selat Sunda.


"Mohon terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing dengan informasi atau isu yang menyesatkan," kata Sadly.

Ia pun memastikan BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih tetap terus memantau, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangannya.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Antara, pada Sabtu (5/1) malam, warga di pesisir Kota Bandarlampung, seperti di kawasan Gudang Lelang dan Gubuk Sero, Telukbetung, dihebohkan kabar mengenai air laut yang naik ke daratan.

Beberapa warga di Gubuk Sero, Gudang Lelang, dan Kangkung, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung, sempat berlarian keluar rumah gara-gara isu air laut di pesisir naik, yang kemudian diketahui tidak benar.

(Dika Dania Kardi/kid)