KPK Tambah Masa Penahanan Tersangka Suap Dana Hibah Kemenpora

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 21:19 WIB
KPK Tambah Masa Penahanan Tersangka Suap Dana Hibah Kemenpora Juru bicara KPK Febry Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah masa penahanan para tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selama 40 hari ke depan. Perpanjangan tersebut mereka ambil guna mendalami lebih jauh kasus yang menjerat sejumlah pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kemenpora ini.

"Setelah ditahan 20 hari pertama terhadap lima orang tersangka, dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari, mulai Januari sampai 16 Februari 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (7/1).

Perpanjangan ini berlaku untuk kelima tersangka yang sudah ditetapkan KPK, yakni Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E. Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto.


Sementara itu, hari ini penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka. Di saat bersamaan, penyidik memeriksa pejabat Kemenpora sebagai saksi.

Ketiga pejabat Kemenpora itu adalah Kepala Bidang Pengembangan IPTEK Olahraga, Bambang Siswanto; Asisten Deputi Bidang Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Herman Chaniago; dan Plt. Asisten Deputi IV, Arsani.

Komisi antirasuah memeriksa ketiga saksi ini untuk mengetahui peran dan wewenang mereka dalam pengajuan proposal dana hibah. KPK menduga ada beberapa proposal lain yang diajukan KONI kepada Kemenpora untuk memperoleh dana hibah.

"Kami masih mendalami proposal yang diajukan KONI ke Kemenpora. Ini merupakan tindak lanjut dari penggeledahan yang kami lakukan di kantor Kemenpora dan di kantor KONI," ujar Febri.

Kasus ini melibatkan barang bukti berupa uang tunai Rp318 juta, buku tabungan berisi Rp100 juta atas nama Johnny E. Awuy, uang tunai dalam bungkusan plastik sebesar Rp7 miliar, dan satu unit mobil Chevrolet Captiva milik Eko Triyanto.

KPK menduga kedua belah pihak telah sepakat mengalokasikan fee sebesar Rp3,4 miliar bahkan sebelum proposal diajukan. Alokasi dana hibah dari Kemenpora kepada KONI sebesar Rp17,9 miliar tahun anggaran 2018. (bin/osc)