KPK Agendakan Periksa Aher hingga Soni Sumarsono Hari Ini

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 11:25 WIB
KPK Agendakan Periksa Aher hingga Soni Sumarsono Hari Ini Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono pada Senin (7/1) ini. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi terkait dengan pengembangan kasus dugaan suap proyek pembangunan megaproyek Meikarta.

Komisi antirasuah sebelumnya sudah memanggil Aher sebagai saksi pada 20 Desember 2018 lalu. Akan tetapi, Aher memutuskan tak hadir pada pemeriksaan pertama tersebut. Aher diperiksa hari ini untuk tersangka Neneng Hasanah Yasin.

Nama Aher tersangkut dalam kasus Meikarta ini sejak muncul dalam dakwaan keempat tersangka pemberi suap dari pihak Lippo Group dalam sidang perdana yang dilakukan pada Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (19/12/2018).

Saat itu Aher merilis Keputusan nomor: 648/Kep.1069-DPMPTSP/2017 tentang Delegasi Pelayanan dan Penandatanganan Rekomendasi Pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.
Surat itu berisi delegasi dari Aher untuk Kepala Dinas PMPTSP Jawa Barat terkait pelayanan dan penandatanganan rekomendasi untuk pembangunan Meikarta. 


Sementara itu, Soni Sumarsono dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk tersangka Jamaludin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi. Nama Soni muncul dalam kasus ini sejak namanya disebut dalam surat dakwaan atas terdakwa Billy Sindoro.

Hingga tulisan ini dibuat, baik Aher maupun Soni belum tampak hadir di Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan.

Bupati Bekasi nonaktfi Neneng dan sejumlah anak buahnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi diduga menerima suap dengan total Rp16,1 miliar dan Sin$270 ribu terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Neneng mendapat bagian cukup besar yakni Rp10,8 miliar dan US$90 ribu.

Uang tersebut diserahkan PT Lippo Cikarang Tbk., melalui PT Mahkota Sentosa Utama, Billy Sindoro, pegawai Lippo Group, Henry Jasmen; dua konsultan Lippo Group yaitu Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, Kepala Departemen Land Acquisition Perizinan PT Lippo Cikarang, Edi Dwi Soesianto serta mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Toto Bartholomeus.

Sampai saat ini baru Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama yang dibawa ke pengadilan. Sementara itu Neneng dan empat anak buahnya masih dalam proses penyidikan.

(bin/dea)