Transjakarta-MRT Akan Integrasikan Halte dan Stasiun

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 07:23 WIB
Transjakarta-MRT Akan Integrasikan Halte dan Stasiun Taman Stasiun MRT ini tergintegrasi dengan Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI City. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph mengatakan saat ini perusahaan transportasi berpelat merah itu akan segera melakukan integrasi dengan Moda Raya Terpadu (MRT). Integrasi itu akan dilakukan di sejumlah halte Transjakarta dengan statsiun MRT.

"Sudah dipastikan akan melakukan integrasi di beberapa halte," kata Daud ditemui di Balai Kota, Jakarta, Selasa (8/1).

Daud mencontohkan integrasi ini akan dilakukan di beberapa halte, misalnya di Tosari, CSW, hingga Sisingamangaraja.



Dia mengatakan Halte Transjakarta Tosari misalnya, akan digeser mendekati Bundaran Hotel Indonesia. Tujuannya agar penumpang MRT tak fokus di Halte Bundaran Indonesia saja.

"Supaya semuanya enggak tumpah ke Halte Bundaran HI. Jadi, nanti kebutuhan penumpang di Halte ICBC, Grand Indonesia, Teluk Betung, dan Sumenep bisa naik di Tosari," kata Daud.

Tak hanya itu, Daud juga menyebut untuk Halte CSW nantinya akan disambungkan dengan halte Sisingamangaraja. Bahkan pihaknya pun telah mematangkan desain untuk kedua halte ini, yakni akan didesain berbentuk 'L'.

"Halte Sisingamangaraja itu ada halte TransJakarta dan stasiun MRT. Jadi halte ini integrasi dengan koridor, nanti betuknya L," kata dia.

TransJakarta dan MRT Akan Integrasikan Halte dan StasiunPembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I di Stasiun MRT Senayan, Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Selain berintegrasi, halte-halte ini juga akan dilengkapi jembatan penyeberangan multiguna (skybridge) hingga lift. Namun Daud belum bisa memastikan apakah semua halte integrasi akan disertai lift atau tidak. Yang jelas, kata dia, di beberapa halte, lift dipastikan akan dihadirkan.

"Belum dipastikan semua atau sebagian, yang jelas untuk kebutuhan memang akan ada," katanya.


Selain integrasi, untuk kawasan Lebak Bulus pihaknya akan membangun titik balik untuk armada Transjakarta. Daud mengaku pihaknya sudah berhasil mengakuisisi dua bidang lahan, yakni di depan Salapa Polri dan Halte MRT Lebak Bulus.

"Jadi titik itu akan jadi titik balik. Yang pertama adalah feeder dari arah Ciputat itu akan difokuskan untuk berputar di bidang tanah yang ada di sisi halte MRT," ujar dia.

Sementara lahan di seberang Selapa Polri akan dijadikan pangkalan bus Transjakarta yang beroperasi di sekitar Lebak Bulus, baik untuk Ciputat-Tosari, Ciputat-Kampung Rambutan, maupun Kampung Rambutan-Lebak Bulus.

"Lahan ini bisa digunakan kendaraan JakLingko juga di area itu," katanya.

(tst/pmg)