Sponsored by

Koreksi Jokowi, Anies Sebut Kerugian Macet Rp100 Triliun

tst, CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 19:31 WIB
Koreksi Jokowi, Anies Sebut Kerugian Macet Rp100 Triliun Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan data kerugian per tahun karena kemacetan Jabodetabek capai Rp100 triliun. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kemacetan yang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menyebabkan kerugian hingga Rp 100 triliun per tahun.

Hal ini disampaikan Anies untuk meralat pernyataan Presiden Joko Widodo yang sebelumnya menyebut jika kemacetan di wilayah Jabodetabek telah mengakibatkan kerugian sebanyak Rp65 triliun.

"Angka itu dikoreksi oleh Pak Wakil Presiden Jusuf Kalla, angkanya yaitu Rp100 triliun, bukan Rp65 triliun lagi. Lebih besar memang," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (9/1).



Anies menyebut pernyataan yang disampaikan Jokowi sebelumnya memang kurang tepat. Sebab, saat dikoreksi kembali nyatanya kerugian justru mencapai angka fantastis yakni menembus angka Rp100 triliun.

Koreksi Jokowi, Anies Sebut Kerugian Macet Rp100 TriliunKemacetan di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Di sisi lain Anies juga menyebut, saat menyampaikan koreksi itu Wapres JK mengakui memang sangat sulit mengatur kendaraan umum di Jakarta. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab semakin tingginya tingkat kemacetan di Jabodetabek.

Kesulitan itu kata dia, disebabkan karena kewenangan pengaturan kendaraan umum itu tersebar, tidak dipusatkan dan diurus oleh satu wilayah saja.


"Punya sumber daya tapi nggak punya wewenang, jadi arahan kemarin adalah dikonsolidasi ke DKI dan beberapa kali DKI ditanya kesiapannya dan kami siap, Jakarta siap," kata Anies.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut kerugian Rp65 triliun mengatakan berdasarkan perhitungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Saya hanya membayangkan, hitungan Bappenas yang saya terima. Setiap tahun kita ini kehilangan kurang lebih Rp65 triliun per tahun karena kemacetan di Jabodetabek," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas 'Pengelolaan Transportasi Jabodetabek', di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/1).


Jokowi menginginkan agar transportasi di wilayah Jabodetabek bisa segara terintegrasi. Hal itu, katanya, untuk mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi. Jokowi berharap moda transportasi seperti Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Kereta Api Bandara, serta Transjakarta bisa terintegrasi dalam waktu dekat. (ain)