Kisruh Bocoran Debat, Bawaslu Minta KPU Ambil Pelajaran

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 20:50 WIB
Kisruh Bocoran Debat, Bawaslu Minta KPU Ambil Pelajaran Badan Pengawas Pemilu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengambil pelajaran dari kisruh pembagian bocoran pertanyaan sebelum debat capres.

Anggota Bawaslu Mochamad Afifudin mengusulkan KPU membuat kesepakatan tertulis dengan perwakilan kandidat di setiap rapat.

"Kita juga mengingatkan beberapa hal teknis, misalnya diberitaacarakan saja sehingga tidak ada lagi pihak yang mengatakan sepakat, tapi berbicara lain di luar," kata Afifudin saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/1).



Pendapat Afifudin menyusul salah satu tim kandidat yang mengkritik keras pembocoran pertanyaan debat. Padahal sudah disepakati bersama.

Dia berpendapat kesepakatan tertulis itu sangat penting agar energi KPU tak habis untuk melakukan klarifikasi terhadap isu yang bergulir liar.

"Meskipun mereka sepakat, ketika ke publik yang menyampaikan bahasa lain. Ini yang kita khawatirkan dan akhirnya KPU capek mengklarifikasi," katanya.

Sebelumnya, KPU memutuskan untuk memberi bocoran pertanyaan kepada masing-masing kandidat sebelum menghadapi debat.


Ada dua puluh pertanyaan yang akan dikirim ke para kandidat. Namun masing-masing kandidat hanya akan mendapat tiga pertanyaan saat debat berlangsung. Daftar bocoran pertanyaan itu bakal dikirim pada hari ini.

Keputusan KPU itu menuai polemik karena dianggap menghilangkan esensi debat. Namun KPU membalikkan kritik itu dengan menjelaskan keputusan sudah diambil atas kesepakatan bersama.

"Kami ambil putusan itu karena kami menerima masukan masing-masing paslon. Pesan penting kami tidak ingin ada paslon yang dipermalukan atau diserang karena pertanyaan yang sangat teknis dan tidak substansif," ujar Ketua KPU Arief Budiman usai pertemuan di Kantor KPU, Senin (7/1).
Kisruh Bocoran Debat, Bawaslu Minta KPU Ambil PelajaranKetua KPU Arief Budiman. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Debat Lebih Interaktif

Debat perdana akan dilaksanakan pada 17 Januari dengan mengusung tema terkait hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Ketua KPU Arief Budiman yakin debat capres mendatang lebih banyak interaksi dibandingkan periode sebelumnya, meskipun pertanyaan debat telah dibocorkan.

"Debat ini akan sedikit berbeda dengan dulu. Sekarang jauh lebih terasa alur debatnya, sejak segmen kedua dan kelima itu sudah terasa debat," ujar Arief di Komplek Parlemen, Jakarta.

Arief mengatakan riil debat dimulai setelah kedua pasangan calon menyampaikan visi, misi, dan program di segmen pertama. Mereka kemudian bisa saling menanggapi pertanyaan dari panelis sejak segmen kedua hingga segmen ketiga.


Menurutnya, debat akan lebih terasa karena pasangan calon bisa langsung menanggapi pasangan lainnya ketika menjawab pertanyaan moderator dan panelis.

Arief menjelaskan, saat moderator menyampaikan pertanyaan kepada salah satu pasangan calon, maka pasangan calon lawan dapat memberi tanggapan atas jawaban pasangan yang ditanya.

Kemudian, pasangan yang ditanya juga bisa langsung menjawab pertanyaan pasangan lainnya yang tidak ditanyai moderator.

Format ini berbeda sebab dalam debat sebelumnya, setiap pasangan calon baru bisa menanggapi jawaban calon lainnya dalam sesi lanjutan, usai satu paslon menyelesaikan tanya jawab dengan panelis.

"Jadi terjadi saling debat. Kalau dulu debat pada bagian akhir ini saja. Kalau sekarang justru sejak awal," tutur Arief.


Dalam segmen keempat dan kelima, kata Arief, pasangan calon berkesempatan saling melempar pertanyaan yang disiapkan pasangan calon secara tertutup.

Penjelasan disampaikan guna menegaskan debat capres tak hanya prosedural. Arief berpendapat pemberian kisi-kisi 20 pertanyaan untuk memperdalam pemahaman calon.

"Karena mereka enggak tahu yang harus saya jawab itu pertanyaan yang mana. Jadi bukan kemudian diberikan lalu jawab. Itu tidak," tuturnya. (dhf/pmg)