Polisi Tetapkan Tersangka Baru Kasus Hoaks Surat Suara

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 12:29 WIB
Polisi Tetapkan Tersangka Baru Kasus Hoaks Surat Suara Tersangka baru dalam kasus hoaks tujuh kontainer surat suara ini diduga berperan sebagai buzzer. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan hoaks tujuh kontainer surat suara. Aparat menduga tersangka ini memiliki peran sebagai buzzer dalam kasus hoaks ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan tersangka baru ini seorang laki-laki yang ditangkap pada Kamis (10/1) malam di Banten.


"Pelaku sudah ditangkap di Banten," ujar Dedi saat ditemui di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/1).


Dedi menyebut saat ini proses penyidikan masih berlangsung termasuk soal motif tersangka baru ini. Tentang identitas dan peran tersangka baru ini, kata Dedi, akan dijelaskan lebih rinci oleh Polda Metro Jaya.

Sementara untuk tersangka Bagus Bawana Putra (BBP), Dedi menuturkan pihaknya masih dalam proses pendalaman. Dari BBP dan tersangka baru ini, polisi masih berupaya mengungkap hubungan keduanya dalam kasus hoaks kontainer surat suara.

"Nanti dari hasil pemeriksaan buzzer ini akan diketahui apakah sama dengan tersangka BBP, selain buzzer dia juga sebagai kreator," imbuh Dedi.


Dari hasil penyidikan sementara, ide membuat, mengunggah, dan menyebarkan kabar palsu mengenai tujuh kontainer surat suara Pemilu 2019 yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta. BBP mengaku ide tentang hoaks itu berasal dari pemikirannya sendiri sekaligus membantah dari pesanan pihak lain.

BBP ditangkap di Sragen, Jawa Tengah pada Senin (7/1). Sehari berselang, ia pun ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dengan demikian polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Selain BBP, polisi sudah menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni HY, LS, dan J. Ketiga orang tersebut diduga berperan menerima konten hoaks tanpa mengonfirmasi kebenaran isi konten dan langsung menyebarkannya melalui akun Facebook. (bin/stu)