Demokrat Anggap Jokowi Mirip Camat saat Paparkan Visi Misi

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 07:04 WIB
Demokrat Anggap Jokowi Mirip Camat saat Paparkan Visi Misi Elite Demokrat Andi Arief menilai apa disampaikan Jokowi terlalu bersifat teknis dan tidak memberi gambaran utuh akan di bawa ke mana bangsa ini nantinya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mirip seorang camat saat memaparkan visi dan misinya. Politikus yang terkenal dengan pernyataannya 'jenderal kardus' itu Jokowi menilai Jokowi sekadar menerangkan laporan-laporan kerja.

"Paparan Jokowi mirip camat bicara dengan warga. Laporan kerja-kerja teknis," tutur Andi Arief melalui pesan singkat, Minggu (13/1).

Diketahui, Jokowi menjelaskan visi dan misinya dan ditayangkan sejumlah stasiun televisi pada Minggu (13/1) malam.



Menurut Andi, seharusnya Jokowi menjelaskan gambaran besar Indonesia yang diinginkan ketika bicara tentang visi. Soal misi, kata Andi, adalah bagaimana cara mencapai atau merealisasikan visi.

"Sebagai bangsa kita tidak tahu akan dibawa ke mana," lanjutnya.

Andi menilai itu yang dinantikan semua pihak. Bukan laporan-laporan kerja. Pada kesimpulannya, kata dia, penampilan Jokowi tidak memuaskan kala menjelaskan visi dan misinya.

"Kalau cuma laporan kerja teknis, serahkan saja pada pembantu atau menteri teknis," kata Andi.

Andi Arief Sebut Jokowi Mirip Camat saat Paparkan Visi MisiAndi Arief saat dirangkul Prabowo Subianto usai polemik sindiran 'Jenderal Kardus' (CNN Indonesia)

Pemaparan visi-misi Jokowi pada Minggu (13/1) malam disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi swasta.

Dalam paparannya, Jokowi menyampaikan janji-janji pembangunan yang menjangkau lebih banyak kalangan, serta pencapaian-pencapaian periode pertama pemerintahannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti soal kemauan politik untuk mengeksekusi pembangunan.

"Kalau bisa putuskan di lapangan karena kondisinya harus diputuskan cepat, ini putusan politik yang kadang-kadang harus tegas, nabrak dan menyelesaikan itu di lapangan," kata Jokowi, dalam acara bertajuk 'Visi Jokowi', dikutip dari Antara.

Jokowi mengatakan banyak hal di lapangan yang sebenarnya masalah sederhana. Namun, ketiadaan keputusan membuat proyek tersebut berhenti. Contohnya, proyek Tol Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi).

"Sudah 26 tahun tidak ada progress kemudian sejak 2017 kita kerjakan alhamdulilah sudah 15 kilometer dan kita harapkan lanjut sampai ke Sukabumi dan setelat-telatnya selesai 2020," kata Jokowi menegaskan.

Paparan visi-misi dilakukan Jokowi itu tak lepas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak memfasilitasi capres-cawapres memaparkan visi dan misi. Kendalanya adalah masing-masing timses memiliki pandangan berbeda soal konsep acara.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto juga berencana memaparkan visi dan misi di ruang terbuka. Dia bakal menjelaskan apa yang akan dilakukan jika terpilih pada Pilpres 2019 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada Senin malam (14/1).

(bmw/ain)