Sebut Jokowi Mirip Camat, Andi Arief Dicap Politisi Sontoloyo
CNN Indonesia
Senin, 14 Jan 2019 07:51 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago merespons pernyataan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief yang menilai Jokowi mirip camat saat menyampaikan visi-misi.
Irma menilai pernyataan Andi yang merendahkan merupakan hal biasa yang keluar dari mulut politikus busuk. Irma juga menuding apa yang terlontar dari Andi Arief tak lebih dari asal bunyi (asbun), yang keluar dari politikus tukang cari sensasi.
"Narasi-narasi merendahkan seperti ini biasa keluar dari mulut kotor politisi busuk dan sontoloyo. Politisi asbun dan rajin cari sensasi," kata Irma Suryani melalui pesan singkat, Senin (14/1).
Irma menilai kubu penantang memang kerap melontar kritik, namun tak pernah mencari solusi. Irma yang juga ketua DPP NasDem itu menilai paparan yang disampaikan Jokowi terbilang teknis karena program kerja sudah mencapai paripurna.
Pemerintah saat ini menurutnya tinggal melaksanakan yang belum dikerjakan karena terkait anggaran dan waktu, serta memaksimalkan program kerja yang sudah berjalan.
"Yang susah itu menyelesaikan sisa pekerjaan dari periode sebelumnya yang banyak mangkrak," kata Irma menegaskan.
Andi Arief sebelumnya menyebut Jokowi mirip seorang camat saat memaparkan visi dan misinya. Politikus yang terkenal dengan sindiran 'jenderal kardus' itu menilai Jokowi sekadar menerangkan laporan-laporan kerja.
"Paparan Jokowi mirip camat bicara dengan warga. Laporan kerja-kerja teknis," tutur Andi Arief melalui pesan singkat, Minggu (13/1).
Menurut Andi, seharusnya Jokowi menjelaskan gambaran besar Indonesia yang diinginkan ketika bicara tentang visi. Soal misi, kata Andi, adalah bagaimana cara mencapai atau merealisasikan visi.
"Sebagai bangsa kita tidak tahu akan dibawa ke mana," lanjutnya.
(gil)
Irma menilai pernyataan Andi yang merendahkan merupakan hal biasa yang keluar dari mulut politikus busuk. Irma juga menuding apa yang terlontar dari Andi Arief tak lebih dari asal bunyi (asbun), yang keluar dari politikus tukang cari sensasi.
"Narasi-narasi merendahkan seperti ini biasa keluar dari mulut kotor politisi busuk dan sontoloyo. Politisi asbun dan rajin cari sensasi," kata Irma Suryani melalui pesan singkat, Senin (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irma menilai kubu penantang memang kerap melontar kritik, namun tak pernah mencari solusi. Irma yang juga ketua DPP NasDem itu menilai paparan yang disampaikan Jokowi terbilang teknis karena program kerja sudah mencapai paripurna.
Irma Suryani Chaniago (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Pemerintah saat ini menurutnya tinggal melaksanakan yang belum dikerjakan karena terkait anggaran dan waktu, serta memaksimalkan program kerja yang sudah berjalan.
"Yang susah itu menyelesaikan sisa pekerjaan dari periode sebelumnya yang banyak mangkrak," kata Irma menegaskan.
Andi Arief sebelumnya menyebut Jokowi mirip seorang camat saat memaparkan visi dan misinya. Politikus yang terkenal dengan sindiran 'jenderal kardus' itu menilai Jokowi sekadar menerangkan laporan-laporan kerja.
"Paparan Jokowi mirip camat bicara dengan warga. Laporan kerja-kerja teknis," tutur Andi Arief melalui pesan singkat, Minggu (13/1).
Menurut Andi, seharusnya Jokowi menjelaskan gambaran besar Indonesia yang diinginkan ketika bicara tentang visi. Soal misi, kata Andi, adalah bagaimana cara mencapai atau merealisasikan visi.
"Sebagai bangsa kita tidak tahu akan dibawa ke mana," lanjutnya.
Lihat juga:Prabowo Minta Relawan Piknik Sambil Jaga TPS |
Irma Suryani Chaniago (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)