Alumni UI Terganggu Deklarasi Dukung Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 09:22 WIB
Alumni UI Terganggu Deklarasi Dukung Jokowi Acara deklarasi alumni UI dukung Jokowi digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak semua alumni Universitas Indonesia sepakat dengan deklarasi dukungan terhadap Joko Widodo di Pilpres 2019. Beberapa lulusan almamater 'jaket kuning' itu merasa terganggu dengan kelompok yang mengatasnamakan alumni UI.

Salah satu alumni UI Jurusan Antropologi angkatan 2002, Ahmad Bachrain mengatakan deklarasi dukungan terhadap Jokowi hanya akan membelah masyarakat karena perbedaan pilihan politik.

"Keberatan sih tidak, tapi merasa terganggu. Saya tidak mau ada polarisasi nantinya," ujar Bachrain kepada CNNIndonesia.com di kantornya, Jakarta, Senin (14/1).



Dia menilai dukungan terhadap salah satu calon presiden sah-sah saja dilakukan, namun tidak perlu membawa identitas alumni. Sebab menurutnya, deklarasi tersebut tidak bisa mewakili seluruh alumni UI.

"Saya merasa tidak terwakili," tegas pria yang memiliki anak satu ini.

Dengan deklarasi tersebut, Bachrain berpendapat ada pelabelan bahwa semua alumni UI dukung Jokowi. Dia pun khawatir dicap sebagai pendukung capres nomor 01.

"Nanti mertua saya menganggap pro Jokowi karena saya alumni UI. Padahal saya sudah bersikap untuk golput. Sistem pemilu saat ini tidak memberikan pilihan pemimpin yang layak menurut saya," katanya.

Keluhan tak cuma diutarakan oleh Bachrain. Banyak alumni UI yang menyuarakan keberatannya di media sosial. Mereka pada umumnya menganggap deklarasi dukungan untuk Jokowi telah mencemarkan nama almamater.


Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga menanggapi deklarasi alumni UI dukung Jokowi di Pilpres 2019. Sebagai alumni UI, dia mengklaim lebih berakal sehat karena tidak memilih Jokowi di Pilpres 2019.

Fadli menanggapi dalam akun Twitter pribadinya @fadlizon ketika mengetahui salah satu poster yang dibawa peserta deklarasi. Poster kuning itu bertuliskan "Alumni minus Fadli Zon dan semacamnya pilih Jokowi".

"Mumpung lagi bicarakan UI, bukan UI palsu. Saya alumni UI S1 dan S3. Saya mewakili UI debat ASEAN, fellow SIF, dan forum-forum internasional. Saya juga memimpin demonstrasi mahasiswa UI, saya Mahasiswa Berprestasi I UI dan Berprestasi III Nasional. Saya tentu di pihak berakal sehat: memilih @prabowo @sandiuno," kata Fadli dalam akun Twitternya, Minggu (13/1).
Alumni UI Terganggu Deklarasi Dukung JokowiCalon presiden Joko Widodo menghadiri acara dukungan alumni UI di Gelora Bung Karno, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sabtu (12/1) lalu, ribuan orang berkaus kuning memadati kawasan Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk mengikuti deklarasi dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf.

Mereka mengatasnamakan Gerakan Alumni Universitas Indonesia untuk Jooko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Jokowi pun menghadiri acara tersebut.

Dalam acara itu, Jokowi mengatakan pengalaman menjadi wali kota Surakarta, gubernur DKI Jakarta, dan presiden adalah bekalnya untuk memimpin kembali Indonesia selama lima tahun ke depan.

Jokowi menyatakan pengalaman menjadi hal yang penting saat dipercaya menjadi pejabat publik. Meski demikian, dia mengaku butuh waktu untuk beradaptasi.

"Di sebuah kota saya perlu 1-2 tahun untuk belajar, apa lagi untuk kelola negara. Butuh waktu berapa tahun pertanyaan saya?" ujar Jokowi.
(pmg/gil)