Jokowi soal Posko BPN di Solo: Tak Semudah Itu Gerus Suara

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 10:59 WIB
Jokowi soal Posko BPN di Solo: Tak Semudah Itu Gerus Suara Capres Petahana Joko Widodo menganggapi santai kehadiran tetangga barunya, posko BPN di Solo, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak terganggu dengan pemberitaan mengenai keberadaan Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Kota Solo, Jawa Tengah. Seperti diketahui posko itu terletak tak jauh dari rumahnya di Jalan Letjen Suprapto No 53A Sumber, Solo.

Capres petahanan mengaku tak khawatir bila posko itu sengaja didirikan untuk menggerus suara Jokowi-Ma'ruf di basis suaranya. Jokowi menilai suara pemilihnya tak akan mudah berpaling dan menggerus kekuatannya di Solo.

"Tidak apa, tidak semudah itu menggerus. Tidak apa dekat rumah saya, tidak apa. Saya kira orang Solo juga baik-baik, tidak apa," ujar Jokowi di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (14/1).



Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko mengaku juga tak khawatir dengan keberadaan posko tersebut. Ia hanya menyoalkan kehadiran posko dianggap mengganggu pemandangan.

"Yang di Solo itu, ya, tidak takut, cuma ganggu pemandangan saja," kata Moeldoko, akhir pekan lalu.


Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferry Mursyidan Baldan meminta Moeldoko agar tidak perlu berlebihan dengan kehadiran posko tersebut.

"Ya saya kira kalau ganggu pemandangan tidak perlu dipandang, diabaikan saja. Kalau lewat situ hadap belakang saja. Tidak perlu lebay begitu, kan begitu saja, sederhana," ucapnya.

Selain itu, Ferry juga meminta kubu Jokowi-Ma'ruf tidak mengklaim Solo sebagai kandang mereka. Sebab, ia menilai Solo merupakan bagian dari Indonesia, sehingga sah-sah saja untuk kubunya mendirikan posko di sana.

Jokowi soal Posko BPN di Solo: Tak Semudah Itu Gerus SuaraFerry Mursyidan Baldan. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)


Ferry juga mengutarakan niatnya sejak lama untuk fokus meraih banyak suara di wilayah Jawa Tengah. Mereka berencana memperbesar intensitas kampanye di wilayah yang identik dengan 'kandang banteng' alias basis PDIP.

Keberadaan posko Prabowo-Sandi juga telah direspons jauh sebelum bangunan itu diresmikan. Sebelumnya, juru bicara TKN Ahmad Basarah menegaskan bahwa pihaknya tak akan terpengaruh apalagi terkecoh dengan pemindahan posko tersebut. 

Menurut dia, pemindahan markas itu hanya strategi psychological warfare atau perang urat syaraf yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi.

"Sebenarnya tidak mengandung perbedaan signifikan dengan posko mereka di daerah lain," ujar Basarah, awal bulan lalu.


Lebih lanjut Ahmad menuturkan, dalam sejarah pertarungan politik elektoral di Indonesia, Jateng memang tercatat sebagai kandang banteng yang tidak pernah kalah sepanjang sejarah pemilu.

Secara sosiologi-politik, Jateng juga menjadi basis nasionalis Sukarnois dan Nahdliyin-warga Nadhlatul Ulama, yang diklaim merepresentasikan simbol nasionalis religius antara Jokowi-Ma'ruf.

"Sehingga kami tidak terlalu khawatir dan yakin basis pemilih kami di Jateng tetap aman," ucapnya. (uli/ain)