BPN Prabowo Minta Relawan Mohon Maaf soal Lagu Jogja Istimewa

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 13:12 WIB
BPN Prabowo Minta Relawan Mohon Maaf soal Lagu Jogja Istimewa Ilustrasi pendukung Prabowo-Sandi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade meminta para relawan yang mengubah lagu 'Jogja Istimewa' untuk tidak lagi memakai karya Rapper, Marzuki Mohamad alias Kill The DJ tersebut.

Andre juga meminta para relawan tersebut meminta maaf kepada Marzuki selaku pencipta lagu.

"Kalau yang bersangkutan komplain, ya sudah relawan-relawan kami ini jangan lagi gunakan itu. (Relawan) tinggal minta maaf," kata Andre kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/1).


Andre mengaku baru tahu relawan Prabowo-Sandi, yang didominasi ibu-ibu itu menyanyikan lagu 'Jogja Istimewa' dengan mengubah liriknya. Dalam lirik tersebut, disisipkan kalimat 'Prabowo-Sandi' pilihan kita.

Menurut Andre, penggunaan lagu tersebut merupakan inisiatif dari para relawan di Yogyakarta yang begitu semangat mengampanyekan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo-Sandi.

"Kami menyarankan kepada relawan kami, bukan BPN yang minta maaf. Kita tunjukkan kesantunan dan etika kita dengan meminta maaf," ujarnya.

Andre pun meminta agar para relawan Prabowo-Sandi lebih berhati-hati ketika ingin menggunakan lagu milik orang lain untuk kepentingan kampanye Pilpres 2019.

"Bagi teman-teman relawan untuk berhati-hati, pelajari dulu untuk penggunaan lagu, lirik lagu," kata dia.

Sementera itu, Anggota Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean meminta Marzuki selaku pencipta lagu tersebut memahami ibu-ibu yang tak memahami soal Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

"Marilah kita jernih melihat bahwa para emak itu tidak paham tentang undang-undang hak cipta jadi mereka melakukan itu tidak merasa akan salah," kata dia kepada CNNIndonesia.com.

Sebelumnya, Marzuki yang lebih dikenal Kill The DJ geram lagunya yang bertajuk 'Jogja Istimewa' digunakan pendukung Prabowo-Sandi. Pernyataan itu ia sampaikan lewat akun Twitter dan Instagram.

"Maling lagu b*ngs*t! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres," tulis Kill The DJ lewat akun @killthedj.



Video pendukung Prabowo-Sandi yang mengganti lirik lagu Jogja Istimewa diunggah oleh pengguna akun Twitter @CakKhum. Dalam video terlihat 'emak-emak' bernyanyi sembari mengacungkan dua jari. Terdengar jelas lirik lagu Jogja Istimewa diganti.

Lirik 'Istimewa negerinya istimewa orangnya' diganti menjadi 'Prabowo-Sandi pilihan kita.' Lirik 'Jogja istimewa untuk Indonesia' diganti menjadi 'Adil dan makmur tujuan kita'. Video tersebut viral semenjak dikicaukan Kill The DJ.

Lagu itu, kata Kill The DJ, ia ciptakan sendiri. Ia kemudian menyanyikannya bersama Jogja Hip Hop Foundation (@javahiphop). Ia pun merasa tidak pernah memberi izin kepada siapa pun untuk menggunakan lagu Jogja Istimewa itu sebagai alat kampanye.

Pria yang karib disapa Juki itu juga mengatakan, siapa pun yang mengubah lirik lagu Jogja Istimewa, membuat video, dan menyebarkan video telah melanggar UU Hak Cipta. (fra/osc)