Sandiaga Sebut Molornya Durasi Pidato atas Keinginan Prabowo

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 15:45 WIB
Sandiaga Sebut Molornya Durasi Pidato atas Keinginan Prabowo Pidato Prabowo dengan tema Indonesia Menang dinilai memakan durasi terlalu lama. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengucapkan terimakasih kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman yang telah mengkritik lamanya durasi pidato kebangsaan yang disampaikan Prabowo Subinato tadi malam, Kamis (14/1). 

Sandi mengaku memang ada durasi yang molor dari waktu yang sebelumnya ditetapkan hanya 40 hingga 50 menit hingga pidato itu pun melebar dan menjadi berdurasi hingga 1,5 jam. 

"Terimakasih masukannya, Pak Sohibul juga sudah sampaikan sebelumnya (terkait durasi ini)," kata Sandi di kawasan Tangerang, Banten, Selasa (15/1).


Melebarnya durasi pidato yang semula hanya berdurasi 40 hingga 50 menit itu kata Sandi memang sepenuhnya keinginan Prabowo. Prabowo, kata dia, menginginkan adanya pendalaman-pendalaman terkait visi dan misi yang dia sampaikan melalui pidato kebangsaan itu. 


Tak hanya itu, Sandi mengatakan Prabowo juga ingin mengangkat banyak referensi dari pidato yang semula dirancang singkat itu. Referensi itu kata Sandi seperti contoh kejadian-kejadian yang memang mereka angkat dan ingin diperbaiki melalui visi dan misi itu jika kelak terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. 

"Pak Prabowo menginginkan pendalaman dan referensi-referensi sehingga banyak sekali pidato yang dirancang sekitar 40-50 menit itu molor dan Pak Prabowo bilang dia perlu angkat referensi khusus sehingga lebih memberikan contoh ke masyarakat," kata dia. 

Lebih lanjut kata Sandi, meski memang durasinya lebih panjang dari yang semula hendak disampaikan hingga dikritik oleh Sohibul Iman, tetapi dia bersyukur sebab visi misi itu justru bisa lebih diterima oleh masyarakat. 

"Dari segi reaksi awal masyarakat positif mereka sekarang mengerti apa diferensiasi pemerintah sekarang dan Prabowo-Sandi, fokus kita di ekonomi yaitu buka lapangan kerja dan stabilitas bahan pokok," katanya. 


Meski begitu Sandi mengaku ada perbaikan dan evaluasi yang bisa dia dan Prabowo petik untuk debat 17 Januari nanti. Sebab kata dia dalam debat keduanya dibatasi oleh durasi saat menyampaikan pemikiran dan aspirasi kepada masyarakat. 

"Ya salah satu yang jadi apa yang kita perhatikan nanti di sesi debat, mulai hari ini dan 17 Januari nanti adalah bagaimana kita memadatkan pemikiran kita dalam waktu yang disediakan," katanya.

(tst/DAL)