Kapal Bermuatan 70 Kg Sabu Malaysia Ditangkap di Lautan Aceh

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 17:38 WIB
Kapal Bermuatan 70 Kg Sabu Malaysia Ditangkap di Lautan Aceh Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Inspektur Jenderal Arman Depari. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Medan, CNN Indonesia -- Petugas gabungan Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Bea Cukai mengamankan KM Karibia bermuatan narkotika berupa sabu 70 Kg dan 2 bungkus pil ekstasi. Dari penangkapan kapal tersebut petugas berhasil meringkus 3 ABK (anak buah kapal) yang diduga anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, mengatakan KM Karibia dengan 3 orang ABK diamankan di Perairan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (14/1) dinihari. Barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi ditemukan petugas disembunyikan di bawah kemudi kapal.

"Hasil penggeledahan di dalam kapal ditemukan barang bukti narkotika sebanyak 70 bungkus sabu dan 2 bungkus ektasi. Sehingga berat totalnya sekitar 72 kg. Tim juga mengamankan GPS dan alat navigasi, ponsel, telepon satelite," ujar Arman.



Arman mengatakan barang haram tersebut dibawa dari Malaysia dan diduga diserahterimakan untuk diedar di Indonesia di tengah lautan-perbatasan Indonesia-Malaysia. Selanjutnya puluhan kilogram sabu dan ekstasi itu dibawa ke wilayah Aceh menggunakan KM Karibia.

"Penangkapan kapal kayu bermuatan narkotika ini berawal dari kecurigaan Satgas BNN dan Bea Cukai saat menggelar patroli rutin di perairan  laut Aceh," ujar Arman Depari.

Arman menambahkan seluruh kegiatan penyelundupan narkoba tersebut dikendalikan narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan atas nama Ramli.

"Saat ini, petugas masih melakukan pengembangan pelaku lainnya," bebernya.

Sebelumnya, tahun lalu Bea Cukai berhasil mengamankan hingga 4.705 ton barang bukti narkotika dan psikotropika sepanjang 2018. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yakni 2.214 ton. Kenaikan barang bukti itu sejalan dengan kenaikan kasus penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan modus operandi yang dilakukan para penyelundup di tahun 2018 kebanyakan menggunakan transportasi udara.

"Di 2018 juga berhasil mengungkap 414 kasus, naik dibandingkan dengan tahun kemarin 342 kasus dan tahun sebelumnya 286 kasus," katai Heru Pambudi di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, 20 Desember 2018.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Heru Winarko menyampaikan lembaganya bersama Polri telah berhasil mengungkap 33.974 kasus narkotika atau prekursor narkotika yang melibatkan 44.675 orang. Selain itu, jumlah sindikat jaringan yang berhasil diidentifikasi BNN berjumlah 83 jaringan di tahun 2018. Sedangkan di tahun 2017 terdapat 99 jaringan. Ia menjelaskan sebagian dari jaringan tersebut merupakan jaringan sindikat narkoba di luar negeri.




(fnr/kid)