Anak Eddy Sindoro Akui Keliru dalam Pembuatan BAP

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 03:15 WIB
Anak Eddy Sindoro Akui Keliru dalam Pembuatan BAP Eddy Sindoro. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak eks bos Lippo Group Eddy Sindoro, Michael Sindoro mengakui keliru soal pengakuannya terkait suara advokat Lucas yang didengarnya dalam sambungan telepon terkait kabar ayahnya yang dideportasi dari Malaysia.

Lucas adalah terdakwa untuk perkara merintangi penyidikan di KPK terkait kasus Eddy. Ia diduga membantu Eddy Sindoro ketika ditangkap otoritas Malaysia dan kemudian dideportasi ke Indonesia. Selain itu, Lucas juga diduga berperan dalam melarikan Eddy Sindoro ke luar negeri kembali.

Dalam persidangan hari ini (10/1), Michael Sindoro mengakui suara yang didengarnya melalui telepon adalah milik Lucas sama seperti yang disampaikannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, ia meralat bahwa suara yang ia dengar adalah suara Mr. Tan.


"Saya berasumsi kalau itu Bapak Lucas, padahal kalau saya lihat Youtube [suaranya] itu beda sekali bukan Lucas," kata Michael di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (10/1).


"Bahwa penelpon yang saya bilang Lucas itu Mr. Tan," tambahnya.

Michael sebenarnya mengaku tidak mengenal pasti siapa Mr. Tan. Namun, Michael membenarkan dalam pernyataannya bahwa ayahnya mengenalkan Lucas di tahun 2010 saat menghadiri sebuah acara pernikahan.

Selain itu, dalam BAP-nya juga disebutkan Lucas sering menanyakan soal keadaan dan kelanjutan kasus yang menimpa ayah Michael di Malaysia melalui aplikasi Facetime. "Saya dengar dari dia [Lucas], dia bilang ada masalah dengan papa kamu," jelasnya.

Kata Michael, Lucas selanjutnya meminta Michael untuk datang ke Malaysia dan menhubungi Chua Chwee Chye alias Jimmy. Itu dilakukan karena Jimmy sudah diberi saran oleh Lucas untuk menyelesaikan kasus Eddy di Malaysia.


Michael pun mengaku meminta uang RM100 ribu dan US$5 ribu kepada ibunya untuk membayar pengacara dan membantu menyelesaikan kasus ayahnya. Setelah itu, ia langsung berangkat ke Malaysia.

Setelah sampai di Malaysia, kata Michael, Jimmy menemuinya dan membantu Michael untuk mencarikan pengacara. Setelah itu, Lucas kembali menghubungi Michael dan menanyakan kelanjutan kasus tersebut.

Michael membenarkan dalam BAP-nya bahwa kasus tersebut sudah selesai dan ayahnya terbukti bersalah menggunakan paspor palsu Republik Dominika. Setelah prosesnya selesai, ia mengatakan ayahnya akan dideportasi.

Setelah itu, saat kembali ke Indonesia, bersama Jimmy dan Eddy, Michael diminta untuk kembali ke rumahnya dari bandara. Lucas pun sempat menghubunginya kembali saat Michael ada dalam perjalanan menuju rumahnya.


"Saya mengatakan saya hampir sampai rumah. [Kata Lucas], bapak dan Jimmy berangkat kembali karena ada urusan," jelasnya.

"Semua oke-oke saja, hubungi saja ibu kamu," kata Michael menyuarakan Lucas.

Sebelumnya, Lucas disebut ikut membantu Eddy keluar kembali dari Indonesia, pada 29 Agustus 2018. Lucas dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Eddy Sindoro menjadi pesakitan sebagai penyuap mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution dalam upaya pengajuan Peninjauan Kembali (PK).

(ani/agt)