TNI Ambil Alih Pembangunan Jembatan di Nduga, Papua

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 18:54 WIB
TNI Ambil Alih Pembangunan Jembatan di Nduga, Papua Evakuasi korban penembakan karyawan BUMN di Nduga Papua. (ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Detasemen Zeni Tempur (Zipur) Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengambil alih pengerjaan 16 jembatan yang sebelumnya dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Brantas Adibraya di Nduga, Papua.

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional XI Jayapura Osman Marbun mengatakan proyek tersebut terhenti akibat gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata beberapa waktu lalu. Penembakan menewaskan sejumlah pekerja proyek.

Menurut Marbun, pengambilalihan pengerjaan jembatan saat ini masih dibahas di kementerian dan Mabes TNI sehingga belum dipastikan kapan pengerjaan dilanjutkan.


"Pengerjaan pembangunan jembatan yang akan dilanjutkan zipur karena faktor keamanan pasca penyerangan terhadap karyawan PT.Istaka awal Desember 2018 lalu," kata Marbun seperti diberitakan Antara, Kamis (17/1).


Jembatan yang dibangun di Nduga oleh dua BUMN tercatat sebanyak 21 jembatan. Namun menurut Marbun baru lima yang selesai dibangun.

Dengan diambil alihnya pengerjaan jembatan di Nduga, Marbun berharap seluruh jembatan dapat selesai sehingga dapat dilintasi masyarakat.

Kelompok bersenjata pada awal Desember 2018 menyerang para pekerja PT.Istaka Karya hingga menyebabkan 19 orang tewas dibunuh, termasuk satu anggota TNI AD.


Saat ini tercatat empat karyawan Istaka belum ditemukan yakni Rikki Cardo Simanjuntak, Petrus Ramli, M.Ali Akbar dan Hardi Ali Budi Suyanto.

Pihak kepolisian sendiri mengaku yakin bahwa Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Ndugama yang berinisial PU merupakan atasan Egianus Kogoya. Dia yang memberikan restu penembakan pekerja PT Istaka Karya di Nduga, Papua.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengklaim pihaknya memperoleh data terkait sosok PU. Polri juga akan terus mengejar dan memproses hukum yang bersangkutan.

Pernyataan ini sekaligus membantah pernyataan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) Sebby Sambom yang mengatakan tidak ada nama PU dalam struktur Komando nasional TPNPB.

(Antara/DAL)