Di Garut, Jokowi Bercerita Pernah Hidup Sulit di Pinggir Kali

CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 19:51 WIB
Di Garut, Jokowi Bercerita Pernah Hidup Sulit di Pinggir Kali Presiden Jokowi berharap Program Keluarga Harapan (PKH) dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Garut, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan kehidupan masa lalunya kepada para warga Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1). Jokowi mengaku pernah mengalami hidup susah semasa kecil saat tinggal di Solo, Jawa Tengah.

"Saya dulu juga hidup di pinggir kali. Orang tua saya juga saat itu waktu kecil juga tidak mampu. Susah, sulit," kata Jokowi.

Hal tersebut Jokowi ungkapkan saat menghadiri penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1).


Meskipun hidup pas-pasan, kata Jokowi, orang tuanya tetap mengutamakan kehidupan anak-anaknya. Menurut Jokowi, saat itu belum terdapat program PKH seperti yang kini diterapkan oleh pemerintah selama empat tahun terakhir.

"Sekarang beruntunglah ibu-ibu semua ada yang namanya PKH. Jadi gunakan uang itu betul-betul tepat sasaran, bermanfaat," ujarnya.

Jokowi menyatakan besaran uang PKH yang diperoleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berbeda-beda, mulai dari Rp1,7 juta sampai Rp3,6 juta.

"Memang beda-beda sekarang. Karena sekarang memakai indeks. Ibu hamil dapat Rp2,4 juta, balita dapat Rp2,4 juta. Biar anak-anak ini betul-betul kita rawat gizinya. Yang sekolah SD Rp900 ribu, SMP Rp1,5 juta, dan seterusnya," tuturnya.

Jokowi mengingatkan kepada para penerima PKH agar menggunakan uang bantuan itu untuk kepentingan anak-anak mendapatkan akses pendidikan. Menurut mantan Wali Kota Solo itu, anak-anak wajib memperoleh pendidikan yang baik.

"Itu harus dinomorsatukan. Karena dengan itulah nanti anak-anak kita bisa melebihi kita. Pintar-pintar, cerdas-cerdas, sehat-sehat. Melebihi kita," kata dia.

Selain itu, kata Jokowi, dana bantuan PKH juga wajib dipakai untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Jokowi berpesan kepada para ibu yang hadir agar memberikan makanan yang memiliki kandungan gizi, seperti telur, ikan, sayur, hingga buah.

"Sehingga kalau sudah pintar, cerdas, prestasinya pasti baik. Itu yang kita harapkan. Ada yang berprestasi, itu yang kita harapkan," tuturnya.

Perumahan Tukang Cukur Garut

Sebelum menghadiri penyaluran PKH, Jokowi pada hari itu juga meresmikan pembangunan perumahan untuk tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG), di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi.

Jokowi menyatakan pemerintah berencana membangun sekitar 500 unit rumah tipe 30/60 untuk PPRG di atas lahan seluas 5 hektare. Menurut Jokowi, untuk tahap pertama pihaknya baru membangun 150 unit rumah.

Di Garut, Jokowi Bercerita Pernah Hidup Sulit di Pinggir KaliJokowi di Garut. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
"Nanti di sini akan dibangun untuk saudara-saudara kita para pemangkas rambut, tukang cukur," kata Jokowi.

Jokowi menyebut pembangunan rumah untuk PPRG merupakan bagian program pemerintah Fasilitas Likuiditas Pembayaran Perumahan (FLPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan BTN.

Menurut Jokowi, pemerintah bakal memberikan subsidi sehingga para peserta hanya membayar uang muka sebesar Rp4 juta dengan bunga 5 persen. Sementara harga jual berada pada kisaran Rp130 juta dengan cicilan setiap bulan sekitar Rp800 ribu.

"Sangat murah. Ini akan kami mulai yang pertama untuk pembangunan rumah komunitas di Garut," ujarnya.

Jokowi mengatakan program pembangunan rumah untuk komunitas ini juga akan dilakukan di provinsi lainnya. Program pembangunan rumah untuk komunitas ini sudah berjalan di Jakarta, Bandung, Serang, hingga Karawang.

Jokowi menyebut mekanisme pembangunan perumahan ini nantinya diusulkan dari para komunitas yang ingin memiliki rumah. Menurutnya, setelah sesuai dengan yang diajukan komunitas pemerintah menyiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan.

"Kalau komunitas menghendaki artinya ya fasilitas kredit disiapkan, subsidi FLPP, uang muka semua disiapkan," kata calon presiden nomor 01 itu.

(fra/ain)