Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Jokowi Pertimbangkan Kemanusiaan

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 10:50 WIB
Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Jokowi Pertimbangkan Kemanusiaan Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir sudah sesuai dengan konstitusi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan keputusan Presiden Joko Widodo untuk membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir sudah mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila.

Hasto menyebut PDIP mendukung kebijakan Jokowi itu. Hasto juga berujar keputusan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah sesuai dengan konstitusi.

"Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tentu memiliki sebuah kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada konstitusi yang didasarkan pada nilai Pancasila," kata Hasto saat ditemui di Makam Pangeran Jayakarta, Jakarta Timur, Sabtu (19/1).


Hasto juga menyampaikan rekanan koalisi pendukung Jokowi sepenuhnya mendukung keputusan itu. Dia menjelaskan prinsip kemanusiaan jadi alasan utama Jokowi membebaskan Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) tersebut.

Hasto menambahkan keputusan pembebasan Ba'asyir sudah dibahas mendalam bersama pakar hukum tata negara sekaligus kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra.

"Dengan demikian dialog yang dilakukan dengan Prof Yusril itu merupakan suatu hal yang baik dan kami dukung sepenuhnya keputusan Pak Jokowi," ucap Hasto.

Sebelumnya, Jokowi mengutus Yusril untuk membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Alasan kemanusiaan jadi alasan utama Jokowi membebaskam Ba'asyir.

Selain itu, Yusril memastikan Ba'asyir sudah menjalani 2/3 masa tahanan dari putusan 15 tahun penjara pada 2011 karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010. Perlu diketahui, sejak ditahan 2011 lalu, Ba'asyir sudah menjalani masa tahanan selama delapan tahun.

Rencana itu, kata Yusril, sudah ditempuh sejak Desember 2018 lalu. Namun, saat itu masih ada syarat-syarat yang perlu dilengkapi untuk membebaskan Ba'asyir.

"Saya melaporkan presiden, kan ada syarat-syarat setia kepada Pancasila dan lain-lain lalu beliau (Ba'asyir) katakan 'Saya mau setia kepada Islam, ustaz antara Pancasila dengan Islam kan tidak ada pertentangan jadi saya pun mengatakan taat kepada Islam pun taat kepada Pancasila juga'," imbuh Yusril mengutip perkataan Jokowi, di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/1).

(dhf/mik)