"Tujuh tahun berlalu keselamatan pejalan kaki masih menjadi masalah serius," kata Pendiri Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus, di sela-sela peringatan tujuh tahun Tragedi Tugu Tani, di Halte Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).
"Kalau melihat kandidat presiden, tidak ada yang mengangkat isu keselamatan dalam lalu lintas. Kita berharap siapapun presidennya peduli pada keselamatan pengguna jalan," ia menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan orang tewas dalam kejadian itu. Pasca peristiwa itu, 22 Januari pun ditetapkan sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional.
Peringatan tragedi Tugu Tani. (CNNIndonesia/Safir Makki) |
Menurut data Global Status on Road Safety 2018 yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2016 mencapai 31.282 orang. Rasio kecelakaannya mencapai lebih 12 orang per 100 ribu penduduk.
Dari data WHO itu, pejalan kaki menduduki urutan kedua korban meninggal dunia terbanyak setelah pengguna sepeda motor yang mencapai 74 persen. Jumlah pejalan kaki meninggal dunia mencapai 5.005 orang atau 16 persen.
Alfred Sitorus menilai pemerintah belum secara serius menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
"Sampai hari ini para pengambil kebijakan seakan-akan belum menemukan cara menekan angka kematian lalu lintas di Indonesia," tuturnya.
Koalisi Pejalan Kaki melakukan tabur bunga sekaligus menyuarakan keprihatinan soal keselamatan pejalan kaki. (CNNIndonesia/Safir Makki) |
secara bergantian anggota Koalisi Pejalan Kaki menaburkan bunga mawar merah di papan tulisan Tragedi Tugu Tani yang mereka bawa. Tak urung apa yang mereka lakukan menjadi perhatian pejalan kaki lainnya dan pengendara motor yang berhenti karena lampu merah.
Kegiatan tabur bunga pun tak berlangsung lama. Setelah ini, mereka akan melanjutkan ke Balai Kota DKI Jakarta dan meninjau JPO Karet Sudirman yang dinilai tidak ramah terhadap pejalan kaki.
Lihat juga:Trotoar Tanpa Pecel Lele di Stockholm |
RUNK Jalan, kata Edo, seharusnya diturunkan dalam bentuk sinergitas di pemerintahan berikutnya. Namun, hal itu tak terjadi. Fenomena itu tampak pada arus mudik.
Ketika periode itu, katanya, angka kecelakaan menurun menjadi 40 korban jiwa. Edo menduga hal itu karena kekompakan yang terjalin antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR hingga Polisi bekerja sama. Selain itu juga terdapat instruksi presiden.
Namun di hari biasa, justru kecelakaan kembali marak terjadi. "Kalau bicara target 50 persen seharusnya 2020, 48 [persen]," tuturnya.
(gst/arh)
Peringatan tragedi Tugu Tani. (
Koalisi Pejalan Kaki melakukan tabur bunga sekaligus menyuarakan keprihatinan soal keselamatan pejalan kaki. (