Wali Kota Dikirimi Karangan Bunga 'Medan Kota Terjorok'

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 04:44 WIB
Wali Kota Dikirimi Karangan Bunga 'Medan Kota Terjorok' Ilustrasi sampah. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Medan mendapat kiriman karangan bunga berisi sindiran soal Medan sebagai kota terkotor. Papan bunga ini muncul terkait penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebutkan Medan masuk dalam kota metropolitan terjorok di Indonesia.

Papan bunga itu terpajang persis di depan pagar Kantor Pemerintahan Kota (Pemko) Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, sejak Rabu (23/1)  pagi.

Adapun bunyi tulisan pada karangan bunga itu "Selamat Sukses Kepada Wali Kota Medan Atas Penghargaan Kota Terjorok Bagi Kota Medan Tahun 2019. Semoga Bapak Sehat Selalu.#Sayangi Medan".



Kabag Humas Setdako Medan, Ridho Nasution mengaku belum mengetahui pengirim papan bunga tersebut. Namun dia menolak jika julukan terkotor itu disematkan kepada Medan. Sebab menurut Ridho, Medan hanya mendapat nilai terendah dari KLHK.

"Saya sendiri belum melihat. Tapi Medan adalah Rumah Kita bersama. KLHK juga sudah menyebutkan, Medan juga bukan terkotor. Tapi nilainya rendah," ujar Ridho. 

Ridho menyebutkan jika masih ada sampah yang menumpuk di beberapa titik itu akibat dari masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Padahal yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat. 

"Pemko selalu berusaha selalu melayani masyarakat dalam hal kebersihan. Gotong royong juga kita harapkan dari masyarakat," ungkapnya. 


Pada acara Musrenbang RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi Sumatera Utara 2018-2023, Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tjahjo Kumolo sempat menyindir buruknya pengelolaan sampah di Medan.

"Di Medan ini persoalan sampah saja sudah sangat ribet ternyata," ucap Tjahjo saat memberikan sambutannya di Medan, Selasa (22/1).

Tjahjo meminta agar Kota Medan dibenahi terutama terkait persoalan sampah dan papan reklame.

"Persoalan sampah dan papan reklame di Medan harus menjadi perhatian utama. Pemimpin harus punya kebijakan, berani untuk menyelesaikan masalah ini," tegasnya.


Di sisi lain, M Yusuf Hanafi dari Aliansi Sayangi Medan mengaku sebagai pengirim papan bunga tersebut. Sindiran tersebut disampaikan karena mereka sangat miris dengan kondisi Kota Medan. Selama ini, menurutnya, Wali Kota Medan terkesan tidak pernah menerima masukan ataupun mendengarkan keluhan masyarakat. 

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyebut Medan sebagai kota terkotor untuk kategori kota metropolitan. Sementara Bandar Lampung, Lampung dan Manado, Sulawesi Utara disebut sebagai kota terkotor untuk kategori kota besar. Kota-kota tersebut mendapat nilai paling rendah pada saat penilaian program Adipura periode 2017-2018. (fnr/DAL)