PPP Anggap Wajar Kader Merapat ke Kubu Prabowo

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 18:21 WIB
PPP Anggap Wajar Kader Merapat ke Kubu Prabowo Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengaku kader akar rumputnya terbelah dalam dukungan di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengakui masih ada kader akar rumput yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun, pembelahan dukungan itu dinilai masih dalam tahap wajar.

Hal ini menanggapi hasil survei lembaga Indikator Politik yang menyebut sebanyak 43,2 persen kader PPP mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Sementara 53,7 persen mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Padahal, PPP merupakan salah satu parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kalau dikatakan masih tinggi, wajar saja, terutama untuk PPP dan Golkar karena ini memang ini ada shifting position dari yang awalnya ke Pak Prabowo lalu kemudian kepada Pak Jokowi," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (24/1).


Arsul menjelaskan pada pilpres 2014, tingkat dukungan kader ke Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya sebesar 31 persen. Sedangkan, dukungan ke Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mencapai angka 57 persen.

Namun, angka dukungan ke Jokowi disebut meningkat usai PPP bergabung mendukung pemerintahan. Dari survei internal pada 2017, angka dukungan ke Jokowi diklaim naik menjadi 40 persen, sementara ke Prabowo diklaim turun mencapai 25 persen.

"Tingkat dukungan ini meningkat terus. Tetapi memang split voters di PPP itu masih diakui. Masih ada," katanya.

Menurut Arsul, berdasarkan hasil survei internal terakhir, saat ini jumlah dukungan ke Jokowi-Ma'ruf di struktural partai dari tingkat pusat sampai ranting mencapai 85 persen. Namun, itu baru di tataran struktural.

"Tapi kan kalau survei kan basisnya kan akar rumput, bukan struktur. Jadi kalau dari sisi struktur boleh dibilang tidak ada masalah," tandasnya.

Untuk itu, PPP kata Arsul telah melakukan langkah khusus agar kader akar rumput solid mendukung Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya dengan strategi micro canvasing dan micro targeting ke daerah-daerah yang masih ada resistensi kepada Jokowi dan langsung dilakukan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy.

"Kemarin seminggu terakhir ada di Sulawesi. Dua hari lalu di Gorontalo. Itu terus. Tidak ada cara lain. Karena apa, karena labeling itu kan dikembangkan melalui media sosial (medsos)," ujar Arsul.

"Kalau kita kontrol lewat medsos kan yang ada ribut aja di medsos. Maka satu satunya cara ya dengan micro targeting, micro canvasing; datangin orangnya, diajak diberi informasi tentang yang sebenarnya," lanjutnya.

(swo/arh)