Kenangan soal Ahok Tumpah di Syukuran Ahoker di Kalijodo

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 19:37 WIB
Kenangan soal Ahok Tumpah di Syukuran Ahoker di Kalijodo Pendukung setia Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, Ahokers berkumpul di RTH Kalijodo, Jakarta, Kamis (24/1). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah simpatisan dan pendukung setia Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merayakan hari bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Taman Kalijodo, Jakarta Barat, Kamis (24/1). Kelompok yang identik dengan julukan 'Ahoker' ini saling berbagi kenangan semasa Ahok menjabat gubernur DKI Jakarta.

Beberapa di antaranya cukup emosional saat mengenang kembali pengalaman mereka bersama Ahok.

Salah satu Ahoker yang sempat berbagi pengalamannya adalah Viani Limardi. Viani teringat di hari ketika Ahok dijatuhi hukuman oleh pengadilan, ia sempat frustrasi. Selama beberapa hari ia mengaku terus menangis.


Haru dan Kenangan Tumpah di Acara Syukuran Ahoker di KalijodoAhoker Berkumpul di Kalijodo merayakan bebasnya Basuki Tjahaja Purnama. (CNN Indonesia/Andry Novelino)


Tak hanya itu, Viani bahkan memilih meninggalkan Jakarta sejenak karena masih sulit menerima kenyataan. Baginya, putusan pengadilan terhadap Ahok memutus harapan untuk Jakarta.

"Sampai suami saya bilang 'kamu dulu waktu pacaran putus sama saya aja enggak pernah nangis, tapi sama Pak Ahok kamu enggak kenal nangis'," kenang Viani di Taman Kalijodo, Kamis (24/1).


Tangis Viani pecah kembali, kemarin malam. Bedanya, tangisnya bukan karena sedih ketika Ahok dihukum dua tahun penjara, namun karena menahan haru bahwa panutannya segera meninggalkan 'tempat liburannya'.

"Selama dua tahun ini cahaya kita boleh mereka hukum, boleh mereka sembunyikan, boleh mereka penjarakan, tetapi cahaya kita sudah kembali dan saya yakin cahayanya kali ini akan lebih besar akan lebih kuat," kata Viani.


Sementara itu, raut wajah bahagia juga terpancar dari Rizal Maulana. Pria yang mendaku dirinya sebagai ustaz ini bercerita lebih personal mengenai pribadi Ahok.

Rizal merupakan orang yang mengepalai rombongan umrah marbut (pengurus masjid). Rombongan tersebut diberangkatkan Ahok saat ia masih menjabat gubernur.

"Kami yang berserban hijau ini adalah hasil orang yang berkerja dengan baik. Kami berangkat ke Baitullah diundang oleh siapa? Oleh bapak BTP (pangilan baru Ahok)," tutur Rizal penuh haru.

Haru dan Kenangan Tumpah di Acara Syukuran Ahoker di KalijodoAhoker berkumpul di Kalijodo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)


Rizal dan rombongan marbut yang ia pimpin mengaku sangat sedih saat mendengar kabar putusan untuk Ahok. Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan Rizal dan koleganya untuk berterima kasih. Ia berpendapat Ahok sudah memberi teladan yang baik yang patut ditiru orang lain meski berbeda keyakinan.

"Hari ini mungkin beliau tidak hadir di sini, tapi dalam setiap doa kami, dalam setiap salat kami doakan beliau dan keluarganya, Allah balas dengan pahala berlipat ganda," sambung Rizal.

Tak lupa, Rizal memberikan ucapan selamat datang kembali kepada Ahok yang akhirnya selesai menjalani hukuman hampir dua tahun di Mako Brimob, Depok.

"Selamat datang kembali di keluarga besar bapak. Kami selalu mendukungmu, siap membela selanjutnya untuk bapak," pungkasnya.

Ahok hari ini resmi keluar dari Mako Brimob sekitar pukul 07.30 WIB. Ia dijemput langsung oleh putra sulungnya, Nicholas Sean beserta keluarga dan tim Basuki Tjahaja Purnama.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Belitung Timur ini bebas setelah menjalani hukuman penjara kurang lebih hampir dua tahun. Ia dipidana karena terbukti melanggar Pasal 156 a tentang penistaan agama.

Selama di penjara, Ahok tidak pernah mengambil cuti. Ia pun mendapat remisi total 3 bulan 15 hari dari masa vonis sehingga bebas resmi per 24 Januari 2019.

(bin/ain)