Ba'asyir Dianjurkan Jalani Fisioterapi Tiga Kali Sepekan

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 23:45 WIB
Ba'asyir Dianjurkan Jalani Fisioterapi Tiga Kali Sepekan Abu Bakar Baasyir. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dianjurkan menjalani fisioterapi tiga kali setiap pekan. Kesimpulan itu didapat setelah Ba'asyir menjalani pemeriksaan kesehatan selama enam jam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Usai menjalani pemeriksaan, Ba'asyir dipulangkan kembali ke Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Pantauan CNNIndonesia.com Ba'asyir keluar dari rumah sakit sekira pukul 16.00 WIB dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam berpelat merah dengan nomor polisi F1196G.


Ba'asyir tak mengatakan apapun setelah keluar dari gedung rumah sakit.

Dokter Meaty, anggota tim medis dari Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) mengatakan RSCM mengizinkan Ba'asyir kembali ke sel tahanan.

"Karena di sini sudah selesai, karena kita juga menghormati Lapas bahwa kalau sudah selesai penanganannya Ustaz Abu dikembalikan lagi, kami menghormati," kata Meaty di Gedung RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (29/1).
Terkait hasil pemeriksaan, Meaty menjelaskan saat ini permasalahan kesehatan Ba'asyir terletak di bagian kaki. Terutama di bagian lutut. Masalah kaki ini disebut Meaty telah mengganggu aktivitas Ba'asyir karena membuat dia kesulitan berjalan.

"Ustaz Abu memang mengalami sakit pada lututnya dan sudah ada penipisan bantalan di daerah lututnya jadi kalau misal berjalan pun memang agak susah," kata dia.

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, tim dokter RSCM yang memeriksa Ba'asyir, kata Meaty, menyarankan agar terpidana terorisme itu melakukan fisioterapi yang bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Fisioterapi merupakan proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik melalui serangkaian pencegahan, diagnosis, serta penanganan untuk menangani gangguan fisik pada tubuh akibat cedera atau penyakit. Tujuan fisioterapi adalah mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera.

Sementara untuk kedua pergelangan kaki, Meaty menyebut tim dokter telah melakukan pengobatan karena sebelumnya Ba'asyir pernah mengalami situasi darurat berupa pembengkakan.

"Yang diperlukan adalah fisioterapi mungkin karena faktor umur juga, fisioterapi yang kemungkinan paling lambat, paling minimal itu tiga kali dalam seminggu," kata dia

Tim MER-C, kata Meaty, sebenarnya sudah menganjurkan agar Ba'asyir diberi penanganan di rumah bukan di sel. Seharusnya, Ba'asyir dibebaskan dari tahanan agar penanganan medisnya lebih terjamin dan bisa diperhatikan setiap saat.

"Ustaz Abu memang dengan umur segini juga harusnya sudah home care, harus dibebaskan dari penjara," katanya.
(ugo/ugo)