BPN Yakin Dalang Tabloid Indonesia Barokah Petinggi TKN

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 20:52 WIB
BPN Yakin Dalang Tabloid Indonesia Barokah Petinggi TKN Tabloid Indonesia Barokah. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade meyakini bahwa petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dalang pembuatan dan penyebaran tabloid Indonesia Barokah.

Meskipun sejumlah petinggi TKN telah membantahnya. Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ipang Wahid menegaskan bahwa dirinya bukan pembuat tabloid Indonesia Barokah. Begitu juga, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto telah membantah tudingan yang menyebutnya sebagai dalang tabloid Indonesia Barokah.

Namun, menurut Andre dugaan TKN berada di belakang tabloid dan situs Indonesia barokah itu berangkat dari pernyataan Ipang yang menyebut dirinya memang menjadi penggagas situs Indonesia Barokah. Situs Indonesia Barokah dengan tabloid Indonesia Barokah adalah dua hal yang berbeda.

"Faktanya Ipang wahid sudah mengakui teman-teman di kantor beliau yang telah membeli server-nya dan membuat website Indonesiabarokah.com. Beliau mengakui bahwa logo di website Indonesia Barokah sama seperti di tabloid. Hanya beliau membantah terlibat di tabloid Indonesia Barokah," katanya di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (29/1).

Andre mengaku setelah kemunculan Tabloid Indonesia Barokah pihaknya meyakini ada pihak-pihak yang mulai merasa tak percaya diri dalam menghadapi Pilpres 2019 ini.
Meski tak menyebut kubu TKN secara spesifik, Andre menyindirnya dengan menyebut pihak itu adalah kelompok yang mengaku telah menang survei hingga angka selisih 20 persen.

"Saya tidak menyebut kelompok mana. Tapi itu menandakan panik, dan Indonesia Barokah itu Obor Rakyat Jilid 2, dan yang paling penting duitnya banyak luar biasa untuk pencetakan, penjilidan, sampai distribusi," kata dia.


Terkait kasus ini, Andre berharap para pelaku penyebaran Tabloid Indonesia Barokah ditangkap dan diadili.

Kata Andre, pihaknya juga telah melaporkan ke berbagai lembaga seperti Bawaslu, Dewan Pers, hingga ke Bareskrim terkait kasus Indonesia Barokah.

"Sudah, kami sudah lakukan cara-cara konstitusional, misalnya lapor ke yang memang punya kewenangan," kata dia. "Alhamdulillah belum satu pun yang jalan, Ini menunjukkan yang disampaikan Prabowo bahwa hukum itu terkesan tumpul kepada pendukung Jokowi tetapi tajam ke pendukung Prabowo," kata dia.

Wakil Ketua BPN Eddy Soeparno menyebut bahwa soal tabloid Indonesia Barokah sudah pada tahap pelaporan kepada pihak berwenang.

Dia tak ingin melakukan pelacakan secara khusus terkait siapa dalang utama di balik Tabloid Indonesia Barokah. Lebih baik, kata dia, pihaknya fokus memperkenalkan program-program Prabowo-Sandi ke masyarakat.

"Kita memiliki tim hukum yang memproses itu ke kepolisian dan Dewan Pers," kata Eddy.

(ugo/ugo)