Penganiayaan Jadi Teror di Mata Pegawai KPK

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 10:31 WIB
Penganiayaan Jadi Teror di Mata Pegawai KPK Wadah Pegawai KPK berharap kepolisian bisa segera mengusut tuntas dan memproses hukum pelaku penganiayaan dua rekan mereka saat melakukan tugas memberantas korupsi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo mengatakan dugaan penganiayaan terhadap dua orang rekannya adalah bentuk teror terhadap pegawai KPK yang sedang menjalankan tugas. Kejadian penganiayaan itu terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2) malam.

"Bahwa benar ada pegawai KPK yang dianiaya ketika sedang melaksanakan tugas memberantas korupsi. Bagi kami ini lagi-lagi merupakan teror terhadap pegawai KPK yang sedang menjalankan tugasnya," tulis Yudi dalam keterangan resmi, Senin (4/2).

Yudi menegaskan pihaknya mengecam keras tindakan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan tim WP KPK juga ikut mendampingi kedua pegawai KPK untuk melaporkan tindakan penganiayaan tersebut ke polisi.


"Bahwa tadi tim WP KPK ikut serta dengan tim biro hukum KPK yang melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya," ujarnya.

Ia berharap, pihak kepolisian dapat segera meringkus dan memproses hukum pelaku penganiayaan dua rekannya tersebut.

Lebih lanjut, saat ini, kata Yudi, kedua rekannya tengah menjalani perawatan atas luka yang diderita akibat penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (2/2) malam.

"Kami berharap bahwa rekan-rekan kepolisian segera menangkap dan memenjarakan pelakunya. Saat ini kami fokus untuk kesembuhan kawan kami dan mohon doanya seluruh rakyat Indonesia," pungkas Yudi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan kejadian itu bermula ketika dua pegawai KPK menyambangi Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2) malam.

Saat itu di lokasi sedang ada rapat antara Pemprov dan DPRD Papua membahas APBD 2019. Dua pegawai KPK itu datang berbekal laporan dari masyarakat mengenai indikasi korupsi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, dugaan penganiayaan diawali cekcok antara pelaku dan korban. Cekcok terjadi karena dua pegawai KPK itu mengambil foto rapat.

"Pada saat selesai rapat ada orang foto-foto tanpa izin," kata Argo dalam keterangannya, Senin (4/2).

Argo menyebut terlapor dalam dugaan penganiayaan masih dalam proses penyelidikan. Cekcok terjadi sebelum penganiayaan kepada dua pegawai KPK dimaksud. (sah/osc)