TKN Berdalih Kampanye Menyerang Jokowi sebagai Edukasi Publik

CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 09:49 WIB
TKN Berdalih Kampanye Menyerang Jokowi sebagai Edukasi Publik Presiden Jokowi (kiri) kerap tampil menyerang kubu Prabowo. TKN menilai hal itu sebagai bentuk edukasi publik. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily membantah Jokowi mengalami keputusasaan terkait elektabilitasnya yang disebut-sebut cenderung turun.

Hal itu disampaikan Ace merespons pernyataan Fadli Zon yang menyebut Jokowi desperate sehingga menampilkan karakter kampanye yang menyerang.

"Ini adalah bagian edukasi publik buat masyarakat supaya mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah Indonesia, tidak seperti yang disampaikan Pak Prabowo atau sandiwara Sandi," ucap Ace di Kompleks Parlemen, Senin (4/2).


TKN Berdalih Kampanye Menyerang Jokowi Sebagai Edukasi PublikAce Hasan Syadzily. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)


Ace menyatakan pernyataan Jokowi itu merupakan klarifikasi kepada masyarakat karena sering diserang beragam hoaks. Padahal, kata dia, banyak hal juga sudah dilakukan Jokowi selama menjabat Presiden.

"Dengan bahasa yang sangat bombastis seperti Indonesia punah, bubar. Itu kan sebetulnya ingin menyatakan Indonesia dalam keterancaman kalau kondisi seperti itu tentu berbahaya buat kelangsungan demokrasi. Sesungguhnya sekarang di bawah kepemimpinan Jokowi Indonesia lebih baik," tutur Politikus Partai Golkar ini.

Belakangan ini calon presiden petahana memang kerap menampilkan karakter menyerang. Pada beberapa kesempatan, Jokowi dan timsesnya tercatat berkali-kali melontarkan serangannya kepada sang rival, Prabowo dan kubunya di kampanye Pilpres 2019.


Salah satu serangan itu terlihat dalan acara deklarasi Koalisi Alumni Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah beberapa hari lalu. Jokowi kala itu menyindir sejumlah kasus hoaks yang melibatkan oposisi.

Kasus-kasus seperti kabar bohong tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos, kabar penggunaan selang cuci darah hingga 40 kali di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), hingga kasus kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dikeroyok.

"Itu maunya apa sih? Maunya sebetulnya apa? Nuduh kami kriminalisasi itu aja sebetulnya arahnya, tapi masyarakat sekarang ini cerdas dan masyarakat pintar-pintar," kata Mantan Walikota Solo itu.

Tak hanya itu, Jokowi turut menyinggung pihak yang menuding dirinya antek asing justru menggunakan konsultan politik dari luar negeri.

Jokowi tak secara gamblang menyebut siapa pihak yang menggunakan konsultan asing itu. Yang jelas, eks Wali Kota Solo itu menyebut konsultan asing dimaksud menggunakan teori 'propaganda Rusia' dengan memproduksi dan menyebarkan hoaks serta fitnah.



(chr/ain)