Anies Utus PD PAM Jaya Berunding Soal Swastanisasi Air

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 03:39 WIB
Anies Utus PD PAM Jaya Berunding Soal Swastanisasi Air Ilustrasi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan telah menugaskan PD PAM Jaya selaku BUMD DKI di bidang pengelolaan air, untuk berkomunikasi dengan pihak swasta perihal pelaksanaan putusan Mahkamah Agung tentang swastanisasi air. Selama ini diketahui PD PAM Jaya bermitra dengan PT Aetra dan Palyja dalam mengelola air bersih di Jakarta.

"Pembicaraannya sekarang dengan swasta jadi kita menugaskan PD PAM jaya untuk membahas lebih jauh," kata Anies di Jakarta Barat, Selasa (5/2).

Anies menuturkan Pemprov DKI saat ini tengah mematangkan kebijakan untuk mengambil alih pengelolaan air yang selama ini dikelola pihak swasta sesuai dengan putusan MA. Ia juga menyebut Pemprov DKI siap melanjutkan program pipanisasi yang selama ini dilakukan oleh pihak swasta.



"Intinya kita akan terus melaksanakan proses pengambilalihan apa yang kemarin menjadi kebijakan swasta," ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengklaim pembicaraan dengan PT Aetra dan Palyja berlangsung dengan lancar. Bahkan, ia mengklaim, kedua pihak swasta tersebut merespon positif upaya Pemprov DKI untuk menghentikan swastanisasi air.

Direktur Utama PD PAM Jaya, Bambang Hernowo, telah mengantisipasi denda dari kontrak yang dibuat antara PAM Jaya dengan Palyja dan PT Aetra bila nantinya diputuskan menghentikan kontrak guna mengeksekusi putusan MA. Kontrak kerja sama antara PAM Jaya dengan kedua mitranya baru berakhir pada 2023 mendatang.

Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) sudah mendesak Anies untuk segera menjalankan putusan MA soal penghentian swastanisasi air. Salah satu opsinya, Anies disarankan untuk mengambil langkah memutus langsung kontrak dengan Palyja dan Aetra.


Selain pemutusan kontrak, opsi lainnya adalah pembelian saham Palyja dan Aetra, menunggu hingga perjanjian kerja sama berakhir, renegosiasi kontrak, hingga privatisasi PAM Jaya dan memberikan sahamnya kepada Palyja dan Aetra. (dis/ayp)