Penyidik Buntuti Lukas Enembe, KPK Janji Usut Kasus di Papua

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 09:44 WIB
Penyidik Buntuti Lukas Enembe, KPK Janji Usut Kasus di Papua Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut tengah melakukan penyelidikan kasus korupsi terkait dua pegawainya mengalami dugaan penganiayaan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2) lalu. Penganiayaan itu terjadi lantara dua pegawai KPK itu disebut-sebut membuntuti Gubernur Papua Lukas Enembe.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang enggan mengiyakan bahwa pihaknya tengah membidik politikus Partai Demokrat tersebut.

"Belum boleh komen tentang itu. Nanti kalau sudah saatnya," kata Saut kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/2).


Saut hanya mengatakan pihaknya saat ini punya misi membenahi pemberantasan korupsi di wilayah Papua. "Peta wilayah itu masih merah," ujar Saut merujuk pada kategori level korupsi di Papua.

Pembututan Lukas oleh dua pegawai KPK sebelum terjadinya penganiayaan itu dilontarkan Ketua DPRD Papua Yunus Yonda. Dia menyebut pegawai Pemprov Papua menangkap basah petugas KPK tengah membututi Lukas yang sedang rapat bersama DPRD Papua dan Pemprov Papua di Hotel Borobudur.

Penyelidik KPK bernama Muhammad Gilang W tersebut diketahui oleh Sekda Papua Hery Dosinaen yang melihatnya mengambil gambar Lukas. Saat digeledah lebih lanjut terdapat percakapan di WhatsApp dalam ponselnya terkait kegiatan Lukas mengikuti rapat evaluasi bersama tim badan anggaran eksekutif, legislatif dan Kementerian Dalam Negeri.

"Peristiwa Sabtu (2/2) ketika foto-foto kami diambil KPK, ini privasi, tentu kami bertanya alasan pengambilan gambar tersebut," kata Yunus dikutip dari Antara.

Kepala Bagian Protokol Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Papua Gilbert Yakwar mengakui soal foto yang diambil oleh pegawai KPK dimaksud. Bahkan di ponsel yang bersangkutan ditemukan foto hampir semua pejabat dan anggota DPRD Papua.

"Ternyata dalam telepon seluler tersebut terdapat hampir semua foto pejabat Papua beserta keterangan, termasuk barang-barang bawaan, serta lebih disoroti lagi tentang adanya tas ransel yang dibawa oleh salah satu peserta yang diduga di dalamnya berisi uang untuk tujuan penyuapan," kata Gilbert.

Terkait kasus penganiayaan tersebut, KPK sudah melaporkan pihak yang diduga melakukan penganiayaan ke Polda Metro Jaya. KPK juga sudah menyertakan bukti visual terkait kejadian penganiayaan itu untuk memperkuat laporannya.

Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK yang diduga mengalami penganiayaan ke Polda Metro Jaya. Pemprov melaporkan keduanya atas dugaan pencemaran nama baik.

Pemprov Papua sendiri sudah membantah adanya dugaan suap dalam rapat tersebut. Di satu sisi, KPK merespons bantahan itu. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, aparatur negara Papua seharusnya tak perlu panik jika memang tidak ada unsur koruptif di dalam rapat tersebut.

"Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya, kalau memang tidak ada penyimpangan-penyimpangan, tidak melakukan tindak pidana korupsi, semestinya tidak perlu khawatir," kata Febri.

Febri menyatakan, meski ada dugaan penganiayaan ini, pihaknya tetap bakal melanjutkan penyelidikan di Papua yang tengah dilakukan ini. (sah/osc)