Gerindra DKI Soroti Lemahnya Serapan Anggaran Pemprov DKI

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 16:21 WIB
Gerindra DKI Soroti Lemahnya Serapan Anggaran Pemprov DKI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fraksi Gerindra DKI Jakarta berharap agar wakil gubernur yang mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan nantinya bisa cekatan di bidang anggaran.

Hal itu diucapkan Sekretaris Fraksi Gerindra DKI Syarief menyusul rendahnya serapan anggaran di APBD DKI 2018.

"Iya memang (Gubernur lemah serap anggaran). Jadi, kita minta itu jadi sorotan. Angkanya itu tidak menggembirakan kan 82 koma ya," kata Syarief mengevaluasi Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies, Rabu (6/1).



Serapan APBD DKI 2018 bertengger pada angka 81,6 persen. Dalam hal ini, Gerindra mengharapkan pergantian wakil gubernur DKI mendatang banyak fokus untuk penyerapan anggaran.

"Mestinya kita meminta perhatian ke gubernur itu 87 ke atas. Di beberapa daerah kan ada yang 92. Di pemerintahan pusat sampai 90 juga katanya," kata Syarief.

Selain kapabel di bidang anggaran, Syarief berharap agar wagub yang baru bisa memperkuat gubernur di bidang perencanaan pula. Sebab, menurut Syarief ada sejumlah program yang tidak terlaksana di tahun 2018 karena perencanaan yang berantakan.

"Beberapa program yang sudah direncanakan tidak bisa dieksekusi, karena memang faktor melekat di perencanaan yang buruk, bukan faktor penyelenggara. Jadi perencanaan sejak awal melekat buruk sehingga tidak berani dieksekusi," kata Syarief.

Terakhir, Syarief berharap agar Wagub DKI ke depan mampu menjalin komunikasi dengan DPRD DKI. Komunikasi dirasa penting untuk membicarakan anggaran yang disalurkan ke rakyat nantinya. 

"Contoh misalnya penyertaan modal daerah. Itu kan uang rakyat yang ditaruh di BUMD kan sebetulnya misinya sama untuk kesejahteraan. DPRD harus dikomunikasikan hari per hari," katanya.

Polemik soal siapa pengisi kursi wagub DKI usai ditinggal Sandiaga Uno yang menjadi peserta PIlpres 2019 masih berlanjut hingga saat ini. Terhitung sudah sejak 27 Agustus 2018 jabatan wagub itu kosong.

Dua partai koalisi pengusung Anies-Sandiaga dalam Pilgub 2017, Gerindra-PKS, masih belum juga menyepakati satu nama untuk dilantik menjadi wagub DKI.

Terkini pertemuan Gerindra dan PKS batal untuk membahas soal calon wakil gubernur DKI Jakarta hari ini pun batal. Itu adalah kali ketiga batalnya pertemuan antara PKS dan fraksi Gerindra.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni mengatakan pertemuan bakal kembali dilakukan pekan depan.

"Jadi salah satu calon (wakil gubernur) menemani Presiden PKS ke Jawa Tengah. Jadi minta diatur ulang hari Senin depan," kata Ghoni di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (6/2).


Pertemuan antara Gerindra-PKS dimaksudkan agar fraksi Gerindra mengetahui calon wakil gubernur yang akan diajukan. Gerindra hanya akan menilik perjalanan karier jagoan PKS tersebut.

"Kita ingin kenalan dong. Pengenalan calon kepada seluruh jajaran fraksi kenal. Karena nantinya bakal DPRD juga kan yang milih," kata dia.

Sejauh ini, Ghoni mengatakan, sudah ada dua nama yang rencananya akan diberikan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun Ghoni enggan menyebutkan dua nama yang diajukan PKS.

"Katanya sudah ada dua keputusan. Siapa dia nanti saja kita lihat dia. Kita ketemu dulu nanti," kata Ghoni.

PKS-Gerindra sudah tiga kali batal bertemu karena ketidaklengkapan anggota. Sementara, proses uji kelayakan dan uji kepatutan (fit and proper test) bagi kandidat calon wagub masih dilakukan oleh tim panelis dari PKS dan Gerindra.

PKS dan Gerindra telah bersepakat menetapkan target penyerahan nama calon wakil gubernur DKI Jakarta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 11 Februari. Tiga kandidat calon wagub yakni Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu. (ctr/kid)