Ikatan Alumni SMA PL Tegaskan Tak Dukung Jokowi atau Prabowo

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 13:09 WIB
Ikatan Alumni SMA PL Tegaskan Tak Dukung Jokowi atau Prabowo Ketua Umum IKA SMA PL menegaskan secara keorganisasian tak akan memberikan dukungan secara jelas kepada Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur (SMA PL) secara organisasi menegaskan sikap tidak mendukung pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin maupun nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Ketua Umum IKA SMA PL Arief Satria Kurniagung mengatakan pihaknya bersikap netral dalam menyikapi Pilpres 2019, dan tidak mau mengambil sikap apapun karena akan mengatasnamakan seluruh alumni SMA PL.

"IKA SMA PL secara institusi harus netral dan tidak memanfaatkan nama organisasi IKA SMA PL untuk mendukung capres tertentu, karena kalau IKA SMA PL sudah membuat dukungan maka akan mengatasnamakan seluruh alumni SMA PL," kata Arief kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/2).



Dia menerangkan sikap ini sebenarnya telah dituangkan dalam salah satu poin pernyataan resmi yang dikeluarkan pada 15 Januari 2019 silam. Ia mengungkap ada empat poin yang dinyatakan IKA SMA PL dalam menyikapi kontestasi Pilpres dan Pileg 2019.

Dalam poin lain, lanjutnya, IKA SMA PL menyatakan tidak akan menghalangi atau melarang alumni sekolah tersebut untuk menyalurkan dan menyampaikan gagasan, aspirasi, dukungan, atau menggunakan hak politiknya.

Arief mengatakan pihaknya hanya melarang seluruh alumni SMA PL menggunakan nama, logo, dan atribut yang mengatasnamakan IKA SMA PL.

"Saya tegaskan di poin berikutnya bahwa IKA SMA PL tidak mau membatasi hak demokrasi seluruh alumni," ucapnya.

Arief pun menilai pelibatan sejumlah alumni SMA PL dalam kontestasi Pilpres 2019 disebabkan faktor keberadaan Sandiaga yang mendampingi Prabowo sebagai cawapres. Sandiaga diketahui sebagai jebolan sekolah menengah atas khusus pria tersebut.

"PL bukan yang pertama, tapi ini konteksnya agak unik karena di sini ada Sandi," katanya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, kondisi di mana sejumlah alumni memiliki preferensi berbeda terkait dukungan dalam Pilpres 2019 seperti yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar dan sah.

Arief mengatakan alumni SMA PL sudah biasa dengan perbedaan pendapat sejak duduk di bangku sekolah dulu.

"Kami sudah biasa dari dulu berbeda pendapat, argumen, sah-sah saja, [dan] wajar-wajar saja, the end of the day kita cari solusi sama-sama," ujar Arief.


Sebelumnya, sejumlah alumni SMA PL yang tergabung dalam PL Bersatu mendeklarasikan dukungan bagi pasangan capres Jokowi-Ma'ruf.

Wakil Ketua TKN, Rosan Perkasa Roeslani selaku alumni PL menyatakan deklarasi dukungan itu dilakukan dengan alasan Jokowi mengedepankan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan pribadi atau kelompok.

"Semua kebijakan yang Bapak (Jokowi) ambil adalah satu, untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," ujar Rosan dalam acara deklarasi yang digelar di Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu (6/2).

Pria yang pernah menjadi rekan bisnis Sandiaga saat membangun usaha pada 1997 silam itu mengatakan Jokowi merupakan presiden yang berani mengambil keputusan.

(mts/kid)