KPU Tak Permasalahkan Konsultan Asing di Pilpres 2019

dhf, CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 04:37 WIB
KPU Tak Permasalahkan Konsultan Asing di Pilpres 2019 Komisioner KPU Ilham Saputra. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mempermasalahkan penggunaan konsultan politik asing di Pemilu 2019 karena tidak diatur dalam perundang-undangan terkait pemilihan umum.

Perdebatan soal konsultan politik asing mencuat usai calom presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut ada salah satu tim sukses yang menyewa jasa soal konsultan politik asing.

"Setahu saya tidak diatur ya. Ya kalau di aturan tidak ada ya," kata Komisioner KPU Ilham Saputra saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (7/2).


Ilham juga berkata hingga saat ini KPU belum ada komunikasi dari kedua tim sukses terkait konsultan politik asing. Dia menyebut KPU siap menjelaskan jika kedua timses memiliki pertanyaan terkait hal tersebut.

Ditemui terpisah, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan tidak ada aturan yang melarang penggunaan konsultan politik asing.

Regulasi hanya mengatur kewarganegaraan tim sukses. Wahyu berujar setiap orang yang berada di dalam struktur timses harus berkewarganegaraan Indonesia.

"Kalau berdasarkan peraturan perundang-undangan kita kan mengenal namanya tim kampanye. Tim kampanye jelas syaratnya warga negara Indonesia," ucap Wahyu.

Jokowi menyebut ada salah satu timses yang menggunakan konsultan politik asing di Pilpres 2019. Jokowi bahkan menyebut ada penggunaan teori propaganda Rusia.

"Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa?" ujar Jokowi di hadapan relawan Sedulur Kayu dan Mebel di Aula De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Prabowo Subianto yang menjadi lawan politik Jokowi di Pilpres 2019 telah membantah menyewa konsultan politik asing. Pendamping Prabowo, Sandiaga Uno menegaskan pihaknya tak menggunakan konsultan politik asal Rusia atau bekerja sama dengan pihak Rusia untuk menyebar propaganda politik demi menang di Pilpres 2019.

"Dapat kami pastikan itu [penggunakan konsultan asing asal Rusia] tidak betul," kata Sandi ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/2) malam.

Dia juga mengimbau kepada pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak menanggapi tudingan Jokowi soal penggunaan konsultan asing dan propaganda Rusia di Pilpres.

"Saya tidak ingin sahut-menyahut dengan Pak Presiden itu, tuduhan Pak Presiden jangan kita tanggapi," kata Sandi.

"Semua fokus propaganda kita ingin menciptakan lapangan kerja, berjuang bersama rakyat, rakyat yang merasa ditinggalkan oleh pemerintah dari segi keseharian mereka menghadapi tekanan ekonomi, menghadapi ketidakadilan, menghadapi kesenjangan," kata Sandi. (dhf/wis)