Polisi Gagalkan Pengiriman 14 Kg Sabu, 1 Pelaku Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 02:49 WIB
Polisi Gagalkan Pengiriman 14 Kg Sabu, 1 Pelaku Tewas Ilustrasi borgol. (Istockphoto/BrianAJackson)
Medan, CNN Indonesia -- Anggota Polda Sumut menggagalkan pengiriman 14 kilogram narkotika jenis sabu dari sindikat Malaysia di Pekanbaru dan Medan. Dua orang kurir ditembak karena melakukan berusaha melarikan diri, satu di antaranya tewas.

"Pelaku yang disergap yakni S dan P. Dari tangan pelaku, diamankan 14 kemasan teh cina warna hijau bertuliskan "Guan Yin Wang" yang masing-masing berisi 1 Kg narkotika jenis sabu-sabu," kata Irjen Pol Agus Andrianto, Kapolda Sumut, di RS Bhayangkara, Medan, Kamis (7/2).

Agus mengatakan operasi ini merupakan pengembangan dari penangkapan dua orang di Pematang Siantar, pada 20 Januari lalu. Saat itu, petugas menyita sekitar 15 kilogram sabu. Dari hasil penyelidikan diketahui akan ada pengiriman narkotika dari Pekanbaru menuju Medan.


"Petugas kemudian mencoba menghentikan satu unit Toyota Avanza hitam BK 1875 FJ di Jalan Arifin Ahmad, Medan Kampai, Dumai, Riau, Minggu (3/2) sekitar pukul 21.30 Wib. Namun mobil yang dikendarai S bersama P itu tidak berhenti. Kendaraan itu melaju kencang," ujarnya.

Polisi kemudian melakukan pengejaran. Tembakan dilepaskan ke arah pintu kanan. Belakangan diketahui S yang mengemudi tertembak di lutut dan tangan. Mobil kemudian berhenti di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Cikampak, Labuhan Batu, Sumut.

"Tapi tersangka S dan P mencoba kabur. S langsung tertangkap, disusul P yang diringkus belakangan. Dari mobil yang mereka tinggalkan ditemukan 1 tas hitam yang berisi sabu-sabu," jelasnya.

S kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Sementara P dibawa untuk pengembangan. Namun, P sempat melakukan perlawanan sehingga ditembak mati.

"Terhadap salah satu tersangka terpaksa dilakukan tindakan tegas, karena melakukan perlawanan pada saat kita melakukan pengembangan," jelas Agus.

Dalam kasus ini, S dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal ini memuat ancaman hukuman mati. (fnr/ayp)