Sandi mengatakan sebetulnya banyak juga alumni Pangudi Luhur yang ingin mendeklarasikan dukungan kepadanya, namun dia melarang.
"Sekarang ini baru saja ada alumni SMP 12. Semua pada terpacu gitu, ada alumni PL hari ini mau melakukan deklrasasi yang sama, saya bilang janganlah, jangan saling balas-membalas," kata Sandi ditemui di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk cawapres, dalam hal ini dirinya, merupakan yang pertama kali dalam sejarah Pangudi Luhur.
"Ini kesempatan Pangudi Luhur juga mewarnai demokrasi di Indonesia, karena pertama kali dalam sejarah SMA Pangudi Luhur lulusannya mencalonkan jadi Wakil Presiden," kata Sandi.
"Jangan saling tanding-tandingan begitu. Kita apresiasi teman-teman yang mendukung Pak Presiden, teman-teman yang mendukung kami, tapi saya sampaikan jangan sampai ini jadi ajang gagah-gagahan, besar-besaran, heboh-hebohan," katamya.
Lagi pula kata Sandi, alih-alih membuat acara deklarasi yang menurutnya tak ada artinya, akan lebih baik para alumni Pangudi Luhur atau alumni lain yang ingin menyampaikan dukungan membuat acara bakti sosial.
Sebab dengan adanya acara bakti sosial itu bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
"Misalnya ada bakti sosial bisa dirasakan oleh masyarakat, mungkin UKM fair, mungkin job fair, mencari lapangan kerja itu jauh lebih relevan menurut saya," kata Sandi.