Sandi Larang Alumni Pangudi Luhur Gelar Deklarasi Tandingan

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 12:02 WIB
Sandi Larang Alumni Pangudi Luhur Gelar Deklarasi Tandingan Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. (Dok. Istimewa (Anastasia Tiur Juni Kristianti)).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tak mempermasalahkan dukungan dan deklarasi yang mengatasnamakan alumni SMA Pangudi Luhur terhadap capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin beberapa waktu lalu.

Sandi mengatakan sebetulnya banyak juga alumni Pangudi Luhur yang ingin mendeklarasikan dukungan kepadanya, namun dia melarang.

"Sekarang ini baru saja ada alumni SMP 12. Semua pada terpacu gitu, ada alumni PL hari ini mau melakukan deklrasasi yang sama, saya bilang janganlah, jangan saling balas-membalas," kata Sandi ditemui di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).


Sekolah yang juga tempat dia belajar selama tiga tahun itu juga diakui Sandi telah banyak menciptakan lulusan berprestasi hingga menjadi pejabat, baik yang menjabat menteri maupun Gubernur Bank Indonesia.

Namun untuk cawapres, dalam hal ini dirinya, merupakan yang pertama kali dalam sejarah Pangudi Luhur.

"Pangudi Luhur sudah ada Gubernur BI, Menteri Keuangan Pak Bambang Brodjonegoro, sekarang Menteri Bappenas dari Pangudi Luhur," ujar Sandi.

"Ini kesempatan Pangudi Luhur juga mewarnai demokrasi di Indonesia, karena pertama kali dalam sejarah SMA Pangudi Luhur lulusannya mencalonkan jadi Wakil Presiden," kata Sandi.

Meski begitu, dia tak ingin teman-teman di Pangudi Luhur yang mendukung dirinya mengadakan acara deklarasi tandingan seperti yang telah dibuat Rosan Roeslani pada Senin (5/2) lalu.

"Jangan saling tanding-tandingan begitu. Kita apresiasi teman-teman yang mendukung Pak Presiden, teman-teman yang mendukung kami, tapi saya sampaikan jangan sampai ini jadi ajang gagah-gagahan, besar-besaran, heboh-hebohan," katamya.

Lagi pula kata Sandi, alih-alih membuat acara deklarasi yang menurutnya tak ada artinya, akan lebih baik para alumni Pangudi Luhur atau alumni lain yang ingin menyampaikan dukungan membuat acara bakti sosial.

Sebab dengan adanya acara bakti sosial itu bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

"Misalnya ada bakti sosial bisa dirasakan oleh masyarakat, mungkin UKM fair, mungkin job fair, mencari lapangan kerja itu jauh lebih relevan menurut saya," kata Sandi.
(tst/osc)