KPU Siapkan TPS Keliling untuk Pemilih di Luar Negeri

CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 04:07 WIB
KPU Siapkan TPS Keliling untuk Pemilih di Luar Negeri Komisioner KPU Viryan Azis memastikan pihaknya menyiapkan TPS keliling untuk pemilih di luar negeri. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan strategi menjaring suara pemilih pada Pemilu 2019 di luar negeri. Salah satunya menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) keliling.

Komisioner KPU Viryan Aziz menyebut Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) akan membawa bilik dan kotak suara ke daerah-daerah permukiman warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

"Di titik-titik tertentu di luar negeri dalam lingkup yang terkumpul ada sejumlah WNI, tapi agak jauh dari TPS Luar Negeri," kata Viryan saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (8/2).


Selain itu, KPU juga memfasilitasi pemilihan dengan pos. PPLN akan mengirimkan surat suara beberapa hari sebelum waktu pencoblosan. Kemudian setelah mencoblos, pemilih akan mengirimkan surat suatanya kembali lewat pos.

Meski begitu, kata Viryan, KPU tetap berharap pemilih menggunakan hak suaranya dengan mendatangi langsung Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN).


KPU sudah mengumumkan bakal mendirikan 338 titik TPSLN di 130 negara. TPSLN akan didirikan di wilayah KBRI dan KJRI di negara masing-masing.

Pemilu 2019 akan dilaksanakan lebih dulu di luar negeri. Pemilu di luar Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal 8-14 April 2019. Akan tetapi untuk penghitungan suara akan dilakukan bersamaan dengan dalam negeri, yaitu 17 April 2019.

KPU mencatat 192.828.520 orang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Sebanyak 2.058.191 orang pemilih di antaranya berada di luar negeri.


Belakangan ini KPU terpantau massif melakukan sosialisasi meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 nanti. Terakhir, KPU akan menggunakan masjid dan rumah ibadah lainnya untuk mengefektifkan sosialisasi dan pendidikan politik di Pemilu 2019.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyampaikan langkah ini dilakukan karena tatap muka jadi salah satu metode sosialisasi paling efektif.

"Kita bermitra dengan Kementerian Agama kemudian melalui kemitraan itu Kemenag di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, mendukung supaya sosialisasi melalui khotbah-khotbah di forum keagamaan, semua agama," kata Wahyu kemarin.

Wahyu menjamin sosialisasi ini tidak akan berujung kampanye untuk salah satu pasangan calon. Dia mengaku pihaknya sudah belajar dari pengalaman Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia menyebut sosialisasi di masjid dan rumah ibadah lainnya bakal dilakukan selama tiga minggu hingga Hari-H Pemilu 2019 pada 17 April 2019.

(dhf/ain)