Palu, Pantai Selatan Jawa, dan Barat Sumatera Rawan Bencana

CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 13:09 WIB
Palu, Pantai Selatan Jawa, dan Barat Sumatera Rawan Bencana Ilustrasi gempa bumi dan tsunami di desa Wani, Pantai Barat Donggala, Sulawesi Tengah pada 1 Oktober 2018. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan kawasan rawan bencana geologi. Daerah rawan bencana yang dimaksud meliputi daerah rawan gempa bumi dan gunung berapi di seluruh Indonesia.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengatakan pihaknya mencatat ada pergeseran daerah rawan bencana.

Jika sebelumnya pada tahun 1990-an hingga 2004 gempa bumi banyak melanda kawasan timur, sejak 2004 hingga kini yang terbanyak justru ke arah barat.


Hasil kajian Badan Geologi untuk wilayah Palu, Sulawesi Tengah tercatat sebagai kawasan gempa dan berpotensi tsunami hingga likuefaksi.

"Beberapa daerah memang kita bisa menghindari. Daerah-daerah rawan tsunami seluruh daerah sudah dipetakan terutama di pantai selatan Jawa dan barat Sumatera memang rawan," imbuh Hendra seperti dilansir Antara.

Sebagian wilayah Jawa Barat juga dikategorikan memiliki risiko tinggi tanah longsor terutama curah hujan tinggi. Ditambah banyak warga yang mendiami area lereng bukit dan pegunungan.


Badan Geologi memonitor 70 dari 127 gunung api aktif berpotensi erupsi dari barat hingga timur Indoneis. Pemetaan kawasan rawan bencana ini dilakukan untuk mengurang jumlah korban dan kerusakan infrastruktur.

"Badan Geologi melakukan hal ini sebagai bagian dari mitigasi bencana geologi seperti gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan BMKG membuat network application berupa peta bencana yang bisa diunduh lewat Google Play Store dan diakses melalui situs https://www.geologi.esdm.go.id/. (Antara/evn)