Timses Jokowi Pakai Taktik Kadar Keislaman untuk Rebut Jabar

CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 09:35 WIB
Timses Jokowi Pakai Taktik Kadar Keislaman untuk Rebut Jabar Sekretaris Tim Kampanye Nasional Hasto Kristianto dalam sebuah acara. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristianto membeberkan strategi politik yang dijalankan oleh parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Jawa Barat untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Hasto menyatakan bahwa pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga tidak didukung kekuatan teritorial koalisi lima partai pengusungnya dengan baik. Ia menyatakan kekuatan politik Prabowo-Sandiaga di Jabar hanya mengandalkan Partai Gerindra sendirian.

"Karena kekuatan pak Prabowo dan Sandiaga ini sebenarnya ke Gerindra, dari evaluasi dari teman-teman tadi, mereka tak didukung oleh kekuatan teritorial," ungkapnya saat melakukan Safari Politik PDIP di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2).



Melihat hal itu, Hasto meminta sembilan partai Koalisi Indonesia Kerja menggalang strategi untuk mengikis kekuatan teritorial lawan yang lemah. Ia lantas membagi tugas dan peran masing-masing partai berdasarkan segmentasi pemilih di Jabar.

Semisal, kata dia, PPP dan PKB sebagai parpol berbasis Islam akan membidik pemilih muslim di Jabar. Mereka bakal melakukan pendekatan berbasis keagamaan untuk meyakinkan masyarakat Jabar terkait berbagai terpaan isu agama yang menyerang Jokowi-Ma'ruf belakangan ini.

"Dalam pengertian bagaimana kadar keislaman yang baik antara Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin dibandingkan Prabowo dan Sandiaga. Ini basis PKB dan PPP akan bergerak menggunakan isu itu tentu secara objektif," kata dia.

Tak hanya itu, Hasto menjelaskan strategi itu sangat menguntungkan bagi peningkatan elektabilitas PKB dan PPP untuk meruntuhkan suara PKS di Jabar.


Selain itu, Hasto turut menyatakan Golkar dan PDIP nantinya akan bergerilya ke basis masyarakat kelas menengah dan wong cilik di Jabar.

Selain untuk memastikan kemenangan bagi Jokowi-Ma'ruf, kolaborasi ini bertujuan untuk 'menggerogoti' suara Partai Gerindra di Jabar saat Pemilu 2019.

Tak berhenti sampai disitu, Hasto turut memandang turunnya suara partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga akan menguntungkan partai baru di KIK.

Dia menilai suara parpol baru PSI, Perindo, dan PKPI turut meningkat sebab basis suara tiap partai tak saling berhimpitan.

Kunjungan Ke Petani hingga Pesantren

Sepanjang tanggal 7-8 Februari 2019, PDIP telah merampungkan safari politiknya di beberapa wilayah di Jabar. Pada Kamis (7/2) lalu, PDIP mengunjungi petani pandan wangi di kawasan Warung Kondang, Cianjur, Jawa Barat.

Ditempat itu, Hasto mendengar keluhan para petani beras yang mengeluhkan banyaknya produk palsu beras Pandan Wangi yang beredar di masyarakat.

Mendengar penjelasan itu, Hasto berjanji akan mengupayakan adanya hak paten merek beras Pandan Wangi ke Kementerian Hukum dan HAM.

[Gambas:Video CNN] (rzr/asa)