Menkominfo Ungkap Ada 70 Hoaks yang Beredar Selama Januari

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 20:18 WIB
Menkominfo Ungkap Ada 70 Hoaks yang Beredar Selama Januari Ilustrasi hoax. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan jumlah laporan informasi maupun berita bohong atau hoaks, meningkat pada bulan Januari lalu. Ia mengungkapkan setidaknya, ada 70 laporan hoaks yang sudah terverifikasi di Kemenkominfo.

"Januari ini 70 lebih. Ini baru satu bulan. Ini meningkat dan memang beberapa hari kami melakukan penyisiran," kata Rudiantara di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/2).


Masyarakat, kata dia, dapat melihat perkembangan laporan terkait hoaks yang beredar di situs stophoax.id. Situs tersebut, kata dia, memverifikasi dan menampilkan laporan hoaks yang masuk saban harinya.


Rudiantara menerangkan selama ini Kemenkominfo terus melakukan penyisiran, verifikasi dan validasi terhadap konten yang terkait hoaks. Namun, Rudiantara mengatakan Kemenkominfo tak bisa memverifikasi semua konten hoaks.

"Contoh misalkan, kasus yang berkaitan dengan kesehatan, makan-makanan tertentu, daun apa, mempengaruhi mohon maaf misalkan reproduksinya seorang wanita. Itu tidak bisa Kominfo. Harus tanyakan ke ahlinya ke Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Untuk itu, Rudiantara meminta agar masyarakat tidak sungkan melaporkan konten yang diduga hoaks supaya bisa diverifikasi dan divalidasi kebenarannya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui tidak mudah menghadapi hoaks atau penyebaran berita bohong terutama lewat media sosial.

Apalagi, fakta ini ditunjang hasil survei sebuah lembaga, kata Moeldoko, menunjukkan sebanyak 88,4 persen masyarakat berbicara topik suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Upaya pemerintah menanggulangi masalah ini, lanjutnya, adalah dengan penegakan hukum.

"Ini kalau tidak diwaspadai sumber perpecahan kita ada di situ. Apalagi didorong keinginan hoaks, maka harus upaya law enforcement, tidak peduli siapapun dia harus dipenjarakan, dipenjarakan saja. Tidak ada takut kita," kata mantan Panglima TNI ini.

(swo/kid)