Bertemu Jokowi, 135 Ulama Madura Klarifikasi soal Hoaks

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 16:47 WIB
Bertemu Jokowi, 135 Ulama Madura Klarifikasi soal Hoaks Wakil Rais Syuriah NU Sampang Fahrurozi usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/2). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 135 ulama asal Pulau Madura bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (13/2).

Para ulama itu berasal dari Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Bangkalan. Mereka dari unsur Nahdlatul Ulama, Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Jadi tujuan pokok kami datang ke presiden dari semua perwakilan ulama se-Madura itu intinya silaturahmi. Jadi tidak ada istilah dukung-mendukung," kata Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Fahrurozi.


Fahrurozi menyatakan dalam pertemuan tersebut para ulama juga meminta klarifikasi kepada Jokowi terkait tersebarnya berita bohong alias hoaks di media sosial maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, hoaks yang diklarifikasi tersebut berkaitan dengan Jokowi.

"Jadi kami ikut membantu meluruskan, tidak hanya hoaks yang berkaitan dengan pak Jokowi tetapi dari semua pihak," ujarnya.

Fahrurozi menyebut Jokowi sendiri telah mengklarifikasi langsung terkait kabar bohong yang berkaitan dengan dirinya kepada para ulama Madura yang ikut pertemuan. Dia memastikan para ulama akan meluruskan hoaks yang tersebar kepada masyarakat Madura.

"Yang disampaikan menjawab apa yang diklarifikasi kita tentang masalah hoaks itu," kata dia.

Sementara itu, Ketua JKSN Kabupaten Sampang Soleh Sayuti mengatakan dirinya akan memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di tanah Madura. Meskipun demikian, kedatangan para ulama se-Madura ini bukan untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Karena ini tahun politik sedikit banyak ada bahas politik," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)