Sodik menyebut Grace justru menyindir Presiden Joko Widodo secara tegas melalui pidatonya itu.
"Dia dengan tegas menyindir Jokowi yang pernah mengatakan 'Aku NKRI, Aku Pancasila', tapi aset negara dijual," kata Sidik melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, kata Sodik, juga tidak berani menyampaikan protes kepada pemerintah China ketika kelompok Muslim Uighur dianiaya.
Sodik menyebut Pemerintahan Jokowi juga telah mengambil langkah yang merugikan terhadap perusahaan nasional. Terutama berkaitan dengan misi pembangunan infrastruktur yang selama ini digalakkan.
"Kebijakan penanganan proyek infrastruktur yang menyebabkan banyak bangkrutnya perusahaan konstruksi swasta nasional," ujar Sodik.
"Jadi itu bukan untuk Gerindra atau oposisi tapi untuk Jokowi dan kabinetnya," ujar dia.
Grace mengatakan nasionalis gadungan adalah musuh persatuan bangsa. Ciri nasionalis gadungan, kata Grace, adalah partai politik yang tidak berbuat apapun ketika ada kasus-kasus intoleransi di masyarakat.
"Bahkan dalam banyak kasus justru partai-partai nasionalis yang paling rajin merancang, merumuskan sampai menggolkan perda-perda diskriminatif di hampir seluruh kabupaten/kota. Itu nasionalis gadungan," ucap Grace.
[Gambas:Video CNN] (bmw/ugo)