Satgas Tinombala Bekuk Kurir Logistik Ali Kalora cs di Poso

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 17:48 WIB
Satgas Tinombala Bekuk Kurir Logistik Ali Kalora cs di Poso Karopenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Tinombala menangkap orang yang diduga sebagai kurir logistik bagi kelompok teroris Ali Kalora, di Poso, Sulawesi Tengah.

"Ini sudah dilakukan penangkapan kurirnya dan dalam pemeriksaan, ditangkap di [Kabupaten] Parigi Moutong [perbatasan Poso]," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (14/2).

Namun, Dedi tak mengungkap identitas dari kurir yang ditangkap tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa kurir tersebut bertugas untuk mengirim kebutuhan logistik makanan bagi kelompok Ali Kalora.


"Logistik untuk kebutuhan, beras, mi, telor, [dibawa pakai] karung, dipikul, soalnya jalurnya terbatas, karena hutan," ujarnya.

Dedi menuturkan saat ini Satgas Tinombala juga terus melakukan penyisiran dan pengejaran ke titik-titik yang dicurigai menjadi tempat persembunyian kelompok Ali Kalora dan kawan-kawan, antara lain di Parigi Muotong, Poso, dan sekitar area Gunung Biru.

Dedi menyampaikan Satgas Tinombala juga tengah mempersiapkan alat untuk mendeteksi jalur-jalur komunikasi dari kelompok Ali Kalora.

Selain itu, sambung Dedi, pihaknya juga mengimbau kepada pihak keluarga dari kelompok Ali Kalora agar membujuk 14 orang yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk segera menyerahkan diri.

"Ini akan terus dilakukan oleh satgas dalam rangka untuk mempersempit ruang gerak Ali Kalora cs," ucap Dedi.

Sebelumnya, Polri mengultimatum Ali Kalora dan rekan-rekannya untuk menyerahkan diri sebelum tanggal 29 Januari 2019. Ultimatum itu salah satunya ditulis dalam selebaran yang disebar melalui udara dan darat di wilayah pegunungan biru, Sulawesi Tengah yang disinyalir sebagai tempat persembunyian mereka.

Jika tak kunjung menyerahkan diri hingga waktu yang ditentukan, Satgas Tinombala akan melakukan operasi penyerbuan ke sarang Ali Kalora dan rekan-rekannya.

Ali Kalora dan rekan-rekannya diduga membunuh dan memutilasi warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2018. Diduga aksi tersebut untuk mengundang aparat kepolisian mendatangi lokasi.

Keesokan harinya, mereka menembaki petugas kepolisian yang tengah olah TKP dan mengevakuasi jasad korban mutilasi. Dua anggota mengalami luka tembak akibat peristiwa tersebut.

(dis/arh)